Jelang Hari Raya Idul Adha, Dompet Dhuafa Kembali Luncurkan Program THK di 33 Provinsi Nusantara

gomuslim.co.id- Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) 1438 H menargetkan pendistribusian 25.000 hewan kurban ke 33 Provinsi di Indonesia.  Bahkan lewat program tersebut ditargetkan dapat tersalurkan hingga mancanegara. Targetnya adalah negara di mana penduduk muslim menjadi minoritas dan sering terjadi konflik kemanusiaan.

Pendistribusian kurban ini juga turut memberdayakan para peternak binaan yang tergabung dalam program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) Dompet Dhuafa. Sebuah model bisnis sosial yang ada hingga pelosok desa, termasuk di wilayah sekitar Nyalindung, Sukabumi Selatan.

Di sana ada Kelompok Ternak yang terkumpul dalam paguyuban Cipta Raharja beranggotakan 35 orang. Kelompok ini merupakan peternak binaan Dompet Dhuafa. Dari tempat inilah puluhan Kambing siap untuk kurban tahun ini.

Sebelum masuk program KTN, para peternak belum memiliki kemajuan yang sangat signifikan, baik dari segi jumlah ternak maupun penghasilan ekonominya. Bahkan kehidupan yang mereka jalani, setelah  dua tahun berjalan dalam masa pendampingan dari KTN Dompet Dhuafa, peternak memiliki semangat untuk hidup lebih maju melalui hasil ternak tersebut. Perlahan para peternak dapat mengubah ekonomi lebih maju. Saat ini peternak selain beternak kambing ada pula beternak Sapi perah.

Menurut Direktur Mobilisasi Zakat Infak Sedekah dan Kurban (ZISKUR) Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa kembali mengajak semua mengalirkan keberkahan kurban. “THK mewakili makna berbagi dan peduli, seperti kebahagiaan peternak dari kelompok pemberdayaan, kemudian ternaknya dipilih sebagai wujud ketaatan kita, hingga kebahagiaan kalangan fakir dan miskin yang hidup terpencil, termajinalkan, serta berada di daerah konflik atau daerah terpencil di Indonesia maupun dunia,” ujarnya, Rabu (26/07/2017).

Pesan singkat dan surat elektronik yang dikirimkan kepada setiap pekurban menjadi salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas THK Dompet Dhuafa. “Jadi setiap pekurban tahu, kapan dan di mana hewan kurban yang dititipkan melalui kami disembelih,” tambahnya.

Laporan terhadap pekurban di atas hanyalah salah satu proses bisnis di balik penyelenggaraan program THK. Digulirkan sejak 24 tahun lalu, sistem dan manajemen THK selalu mengalami perbaikan dan pengembangan. Inilah, satu keunggulan program kurban di Dompet Dhuafa. Sejak 2015, Dompet Dhuafa sudah menggunakan Dompet Dhuafa Enterprise System atau disingkat dengan DESI, yang berbasis web (web base), maupun sistem operasi (OS) Android.

Dengan sistem ini, semua proses kurban mulai dari transaksi pekurban, ditribusi hewan kurban ke berbagai daerah, hingga laporan dari mitra pelaksana di lapangan, terkelola dengan baik. Bayangkan, untuk tahun lalu saja, ada 14 ribu lebih donatur yang menitipkan hewan kurbannya. Kurban mereka harus tersalurkan ke 125 kabupaten yang meliputi 761 kecamatan dan 1.661 desa sasaran. “Kalau dikelola secara manual tentu banyak kesalahannya. Maka, kami hadirkan sistem yang dapat dengan cepat dan akurat,” tambah Bambang Suherman.

Sistem ini juga memungkinkan laporan kurban kepada para donatur lebih cepat dan efesien. Sebelumnya, setiap mitra di daerah-daerah harus mengirimkan berkas laporannya dalam bentuk (hard copy) ke kantor Dompet Dhuafa melalui pos, atau melalui faksimili. Setelah itu, tim di THK Dompet Dhuafa pun harus meng-input dan mengolah kembali data yang dikirimkan.

Kini, mereka cukup mengunggah foto dan laporan melalui aplikasi atau web yang tersedia. Memang, ini menjadi tantangan tersendiri bagi mitra yang berdomisili di desa pedalaman dengan akses internet lambat. Namun, sistem ini sanggup memangkas proses terbitnya laporan. Tim hanya membutuhkan verifikasi dan kemudian secara otomatis laporan akan terkirim kepada pekurban.

Di 2017, THK Dompet Dhuafa kembali meng-update sistem DESI yang ada. Kali ini, THK Dompet Dhuafa memberikan pilihan tambahan kepada para pekurban, yaitu dapat memilih lokasi penyaluran kurbannya sesuai rencana dan skema distribusi yang ada, serta belum penuh dengan permintaan pekurban lainnya.

“Kali ini kami berinovasi dengan memberikan layanan pemilihan lokasi pendistribusian hewan kurban bagi para pekurban. Memang bukan pada saat awal membayar para pekurban memilih lokasi pendistribusian hewan kurbannya. Tetapi pemilihan lokasinya dapat dilakukan setelah pekurban mendapatkan email verifikasi. Nah, di dalam email itu terdapat link pemilihan lokasi dan tinggal klik link terus pilih lokasi distribusinya,” pungkasnya. (njs/dd)


Back to Top