PPIH Tinjau Kesiapan Perusahaan Katering Jemaah Haji Indonesia di Armina

gomuslim.co.id- 18 perusahaan penyedia katering akan melayani jemaah haji Indonesia pada fase Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina). Semua perusahaan tersebut telah menyatakan kesiapan untuk melayani seluruh jemaah yang ada di sana.

Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis usai meninjau perusahaan katering Armina ‘Tasteem’ yang terletak di kawasan Zaidi, Makkah, Kamis (10/08/2017). “PPIH ingin memastikan bahwa layanan katering armina sudah dalam tahap siap sesuai kontrak yang disepakati,” ujarnya.

Menurut Sri Ilham, jemaah haji Indonesia akan terbagi dalam 71 maktab saat Armina. Ada dua pihak yang akan memberikan pelayanan katering, 45 maktab akan dilayani Muasasah Asia Tenggara, 26 maktab dilayani Pemerintah Indonesia yang telah mengontrak 18 perusahaan katering.

Lebih lanjut, ia menyampaikan  jemaah akan mendapat jatah makan dan snack berat yang akan dibawa jemaah haji Muzdalifah. Seluruh bahan baku maupun snack bagi jemaah telah siap dan dipantau sudah sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati sebelumnya.

"Bagi yang suka manis ada kecap, bagi yang suka sambal disediakan saus sambal sebanyak 15 sachet. Juga ada kurma dan air," kata Sri.

Pada kesempatan tersebut, pihak katering Tasteem Husni Almad Dali mengatakan kalau pihaknya sudah 100% siap. “Insya allah alat-alat masak masuk ke Armina pada 1 Dzulhizah untuk menghindari kepadatan di Arafah,” ujarnya.

Untuk tenaga masak, lanjut Husni, Tasteem menggunakan juru masak Indonesia yang mayoritas berasal dari NTB sehingga dapat memasak makanan bercitra rasa nusantara. “Proses masak di Arafah menggunakan kayu bakar. Ini sesuai peraturan Pemerintah Arab Saudi tentang pelarangan menggunakan kompor di tenda Arafah,” tuturnya.

Ia mengatakan perusahaannya akan memberi pelayanan bagi 8.850 jemaah. Akan ada 180 pekerja yang akan memasak di Arafah untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah. "Satu maktab ada 15 orang untuk pelayanan, 16 orang di dapur dengan pelayanan 18 orang, di dapur  ada 16 setiap dapur ada enam juru masak yang berasal dari NTB," kata Husni.

Jemaah haji Indonesia selama proses Armina akan mendapatkan 16x makan, dengan rincian: 15x makan berat dan 1x snack selama 5 hari semenjak 8 sampai 12 Dzulhijjah. Pada 8 Dzulhijjah, jemaah diberikan makan malam plus 3 botol minum ukuran 330 ml. Pada 9 - 12 Dzulhijjah, jemaah mendapatkan 3x makan  plus 3 botol minum ukuran 330 ml. Pada 13 Dzulhijjah, jemaah hanya mendapatkan 2x makan saja, pagi dan siang.

Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan paket snack berat untuk di Muzdalifah. Paket itu berisi roti manis, kurma sukari 1 kotak, jus buah, mie instan cup, air mineral 3 botol ukuran 330 ml, dan buah. Ada juga kopi 4 sachet, teh 6 sachet, kremer 19 sachet, gula pasir 30 sachet, gelas melamine/kaca, kecap botol ukuran 140 ml, dan saos botol ukuran 140 ml. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top