ACT Berdayakan 43 Warga, Begini Cerita Peternak LTM Global Qurban Tasikmalaya

gomuslim.co.id- Kehadiran Lumbung Ternak Masyarakat (LTM) yang menjadi program Global Qurban ACT kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Pemberdayaan masyarakat lewat peternakan ini telah mampu mendokrak taraf ekonomi puluhan pekerja yang terlibat.

Edih misalnya, salah satu pekerja LTM ACT Tasikmalaya ini sebelumnya merupakan seorang kondektur truk. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Meski dengan gaji yang tidak terlalu besar, namun ia bersyukur karena dapat bekerja di kampung sendiri.

“Saya sudah tiga tahun bergabung dengan LTM ini. Alhamdulillah bersyukur sekali bisa bekerja di sini. Dulu, kerja sebagai kondektur meskipun gajinya cukup besar, tapi penghasilan saya kadang hanya sedikit yang sampai ke rumah. Mungkin karena sering di luar, jadi banyak pengeluaran,” katanya saat ditemui di Saung Kebon Center, LTM Tasikmalaya, Rabu (30/08/2017).

Sekarang, Edih yang ditujuk menjadi salah satu kepala kandang ini mengaku lebih tenang dalam bekerja. “Dekat keluarga, lebih tenang,” katanya.

Pengurus ternak lainnya, Andri, sebelumnya bekerja serabutan. Ia merantau ke luar daerah untuk menghidupi keluarga. Kini, ia bisa mempunyai penghasilan tetap untuk keluarganya tanpa harus meninggalkan anak-anak.

Hal senda juga dikatakan Lili (45), ia merasa terbantu dengan adanya program ini. Pasalnya, bapak dua anak ini sudah mampu membiayai kebutuhan keluarganya termasuk untuk sekolah dan kuliah anaknya. “Anak saya yang pertama kuliah di Yogya. Program LTM ini manfaatnya luar biasa buat masyarakat,” ungkapnya.

 

 

Ketua LTM ACT Tasikmalaya, H Rosmana mengatakan saat ini jumlah pekerja tetap yang ada di LTM ada 27 orang. “Kalau sama saya jadi 28. Ini belum pekerja freelance yang biasa mengambil rumput yang sekarang ada 15 orang. Jadi totalnya kira-kira ada 43 orang,” katanya.

Menurut Rosmana, pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya menyasar sisi ekonominya saja, tetapi juga kerohaniannya. Biasanya, saat berkumpul di Saung Kebon Center, ia mengajak para peternak untuk mengaji.

“Tempat ini (Saung Kebon Center) biasanya jadi tempat ngaji juga. Ibaratnya sekarang mengajak orang mengaji ke Masjid kan agak sulit gitu. Nah, nyiasatinnya kita di sini ngajinya,” jelas Rosman.

Selain itu, anak-anak para peternak LTM ini pun bisa belajar agama dan bahasa inggris bersama teman-teman sebayanya. “Biasanya setiap hari Selasa dan Jumat anak-anak mengaji di sini. Ada sekitar 90 anak. Kalau hari Kamis dan Minggu itu mereka belajar bahasa Inggris. Gurunya kita ambil dari warga di sini juga yang punya potensi,” ujarnya.

Ia berharap program LTM ini terus berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat untuk masyarakat. "Yang membuat saya bangga adalah saya bisa bekerja di kampung sendiri dan bisa melibatkan banyak warga sehingga sama-sama punya penghasilan untuk menghidupi keluarga," tandasnya. (njs)

 


Back to Top