Ini 10 Desainer Busana Muslim Tanah Air yang Bakal Tampil di Pekan Mode Dubai dan Turki

gomuslim.co.id- Perkembangan industri busana muslim Tanah Air semakin pesat. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya desainer yang bermunculan dengan ragam karya. Baru-baru ini, sepuluh desainer busana muslim Indonesia akan memamerkan karya-karya mereka bagi pecinta fashion di Turki dan Dubai.

Kesempatan tersebut didapatkan dalam fashion show busana muslim di Turki, yakni Indonesia Experience Istanbul di Turki pada 28 September 2017 dan Dubai Modest Fashion Week di Burj Khalifa Park pada 8 sampai 9 Desember 2017.

Kedua pagelaran fashion busana muslim tersebut diinisasi oleh Think Fashion, konsultan fashion yang berbasis di Istanbul, Turki. Ajang fashion tersebut akan diikuti oleh para pelaku modest fashion internasional seperti buyer, influencer, dan desainer dari seluruh dunia.

Adapun 10 desainer yang akan meramaikan kedua acara tersebut di antaranya, Anggia Handmade by Anggi Mawardi, Irna La Perle by Irna Mutiara, Applecoast Noore, Jawhara Syar'i, Sazy Zahra  Markamarie untuk Indonesia Experience Istanbul dengan masing-masing menampilkan delapan koleksi busana dalam berbagai kesempatan.

Sementara untuk Dubai Modest Fashion Week, ada  Anggia Handmade by Anggia Mawardi, Sumayya & SSS, Devi Janeeta, Sad Indah dan Padusi.co. Seluruh desainer akan membawakan lima koleksi sesuai kategori yang disesuaikan.

Co-founder Think Fashion, Franka Soeria, mengatakan bahwa busana muslim Indonesia bisa mendapatkan tempat di hati pecinta fesyen dunia bila sering dipromosikan ke kancah global. "Saya memberikan kesempatan yang sama pada semua orang untuk mengeksplor potensi pasar luar negeri dengan cara yang efektif," ujarnya, Selasa (19/9/2017).

Franka menambahkan, Indonesia Experience Istanbul merupakan bagian dari rangkaian kegiatan The Gate Project yang diinisiasi bersama dengan KJRI Istanbul. Tujuan project ini adalah untuk membina persahabatan fashion dan membuat kerjasama yang mutual untuk kedua negara.

Untuk event kedua yakni Dubai Modest Fashion Week menjadi event fashion hasil kerjasama Think Fashion dengan Red Event LLC dan didukung oleh Mondalisa. "Saya sangat percaya kekuatan kolaborasi demi mendukung modest fashion tidak menjadi tren sesaat. Desainer dan brand menciptakan karyanya dan kami menciptakan platform berkualitas agar pelaku kreatif mendapatkan manfaat maksimal," katanya.

Franka Soeria menilai bahwa banyak desainer Indonesia yang hanya menjadikan ajang fashion show sebagai sarana unjuk kreativitas. Masih banyak yang belum mempertimbangkan apakah produk tersebut laku dan diterima pasar internasional.

"Misalnya di Turki, fashion is function, fashion is jualan, tapi kekurangannya mereka masih hitung-hitungan dan jualan banget," kata dia.

Padahal, menurutnya, branding juga penting sebagai ciri khas suatu produk, namun sayangnya Turki kurang melakukan branding. Sebaliknya, desainer Indonesia justru begitu menonjolkan branding, tidak terlalu peduli karyanya akan laku dan diterima pasar atau tidak.

"Turki agak kering (kreativitasnya), karena terlalu industri, dan kreativitas itu ada di Indonesia dan enggak akan habis," kata dia.

Karena itu, dia menilai, perpaduan branding dan jualan itu penting. Indonesia, kata dia, perlu belajar bagaimana menjual produk dari Turki, sementara Turki perlu belajar branding dari Indonesia.

Franka pun mengakui bahwa tingkat kreativitas para desainer Indonesia sangat luar biasa. Sayangnya, penjualannya di pasar internasional masih kurang baik. "Kalau mau jualan ke negara mayoritas non-Muslim, mereka pasti ingin yang bisa berfungsi dan enggak ngejreng supaya tidak terlalu mencolok dan beradaptasi dengan masyarakat yang jumlah Muslim tidak terlalu banyak," tuturnya. (njs/dbs/foto:kompas)

 


Back to Top