Museum of Europe Gelar Pameran Islam Eropa di Brussels

gomuslim.co.id- Islam memiliki peranan penting dalam perkembangan sejarah Eropa. Tidak hanya punya catatan emas di masa lampau, kini Islam pun mulai menyebar di beberapa daratan Benua Biru. Baru-baru ini, sebuah pameran tentang bagaimana pengaruh dan budaya Islam di Eropa di gelar di Brussels, Belgia.

Kegiatan ini sebelumnya sempat tertunda karena beberapa hal terkait keamanan. Pameran yang digagas Museum of Europe bertajuk “Islam. It’s Also Our History” itu bila diartikan “Islam Termasuk Sejarah Kita”.

Pihak Museum of Europe sempat mengalami kesulitan menemukan lokasi untuk menyelenggarakan pameran tersebut dengan sejumlah pemilik gedung yang khawatir pameran ini akan memicu kontroversial. Untungnya pihak Kota Brussels pun mau meminjamkan gedung Vanderborght dan membuat pameran ini resmi dibuka pada 15 September 2017.

Salah satu panitia penyelenggara pameran, Isabelle Benoit mengatakan, pihaknya ingin menjelaskan kepada warga Eropa bahwa Islam adalah bagian dari peradaban Eropa dan ini bukanlah (Agama-red) yang diimpor baru-baru ini. “Islam memang memiliki akar yang berusia 13 abad,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Russia Today. 

Adapun benda-benda yang dipamerkan terdiri dari berbagai karya seni bersejarah dan kontemporer hingga tampilan multimedia. Benda-benda ini mengungkapkan bagaimana Islam mempengaruhi Eropa ketika Arab memerintahkan Semenanjung Iberia, Kekaisaran Ottoman hingga Periode Kolonial.

Selain itu, ada juga karya seni yang menggambarkan bagaimana situasi modern saat ini antara Islam dan Eropa. Salah satunya adalah dengan tema bagaimana perang di Timur Tengah membuat para imigran nekat menuju Eropa.

Karya ini dibuat oleh seniman asal Denmark, Nikolaj Bendiz Skyum Larsen. Ia ingin membuat seni yang mengenang ribuan imigran Muslim yang kehilangan nyawanya ketika mencoba menyeberangi Laut Mediterania serta mencapai wilayah Eropa dengan menggunakan rakit serta perahu yang rapuh.

Sebelumnya, dalam laporan sebuah survei dari Bertelsmann Foundation di Jerman menunjukkan, bahwa Muslim di Eropa saat ini lebih terintegrasi. Generasi baru Muslim Eropa berpendidikan lebih baik dan lebih terkoneksi.

Meski demikian, mereka tetap menghadapi diskriminasi. "Muslim di Eropa terintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat arus utama namun tidak sepenuhnya diterima oleh semua orang," kata studi baru yang dirilis oleh Bertelsmann Foundation, sepeti dilansir dari publikasi Wold Bulletin.

Studi berjudul The Religion Monitor 2017 ini menyurvei pendidikan, kehidupan kerja, dan hubungan antaragama umat Islam di Jerman, Austria, Swiss, Prancis dan Inggris. Negara-negara ini merupakan tempat tinggal bagi hampir 14 juta umat Islam.

Survei tersebut menemukan, bahwa generasi kedua dan ketiga Muslim memiliki integrasi lebih baik dalam bahasa nasional, jauh lebih terdidik dan lebih berhasil di pasar tenaga kerja. Perancis telah menjadi negara yang paling sukses untuk integrasi linguistik, diikuti oleh Inggris Raya.

Lebih dari 90 persen anak imigran di Prancis tumbuh dengan bahasa Prancis sebagai bahasa pertama mereka. Sekitar 80 persen Muslim yang lahir di Inggris belajar bahasa Inggris sejak anak-anak.

Pada generasi kedua, semakin sedikit anak-anak Muslim yang meninggalkan sekolah sebelum ulang tahun ke 18 mereka. Hampir 67 persen tinggal di sekolah melewati ulang tahun ke-17 mereka.

Jerman dan Swiss telah menjadi negara dengan umat Islam paling berhasil dalam berintegrasi ke dalam pasar kerja. "Di kedua negara ini, tingkat pekerjaan umat Islam tidak berbeda jauh dengan jumlah penduduk," kata laporan tersebut.

Meski demikian, masih ada kaum Muslim yang mendapatkan penghasilan jauh lebih sedikit, terutama di Jerman. Ini karena mereka lebih sering dipekerjakan di posisi dengan upah rendah.

Populasi Muslim di Eropa Barat terus berkembang sejak 1960-an. Di sebagian besar negara, saat ini, jumlah Muslim sudah mencapai lebih dari lima persen dari total populasi. (njs/russiatoday/ wold bulletin/dbs/foto:indrabl)

 

 


Back to Top