Bakal Bangun Laboratorium Halal, Filipina Kirim Empat Ilmuwan ke Dubai

gomuslim.co.id- Pengembangan industri produk halal terus dilakukan sejumlah Negara. Salah satunya Negara tetangga yaitu Filipina. Baru-baru ini, Filipina melalui Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (DOST) Filipina berencana membuat Laboratorium Halal untuk mendeteksi makanan dan minuman halal.

Menurut Direktur DOST Regional Davao, Anthony Sales, rencana peluncuran Laboratorium Halal tersebut direalisasikan pada 17 November 2017 mendatang. Ia menyebut saat ini pihaknya masih berada pada tahap akhir yakni pengadaan alat canggih yang digunakan untuk mendeteksi zat seperti alkohol, unsur babi, dan zat haram lainnya.

“DOST yang akan menguji kehalalan produk. Pengujian untuk mengetahui apakah produk mengandung babi atau tidak, dan dijadikan sertifikasi halal,” seperti dilansir dari publikasi SunStar Davao, Rabu (11/10/2017).

Anthony Sales mengatakan empat orang ilmuwan yang dua di antaranya adalah seorang Muslim juga akan dikirim ke Dubai pada tanggal 20 sampai 23 November 2017. Mereka akan mengikuti pelatihan yang terkait operasional di Laboratorium Halal nantinya.

Laboratorium Halal tersebut dibiayai oleh Dewan Industri, Energi, Teknologi Penelitian dan Pengembangan Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (DOST) Filipina. Laboratorium ini dibangun dengan dana sebesar 50 juta peso, atau sekitar Rp 13 miliar.

Dengan adanya Laboratorium Halal yang terletak di Kantor DOST, Davao, Filipina ini, pemerintah setempat berharap bisa banyak produk yang disertifikasi halal. Sehingga dapat membantu masyarakat agar tidak khawatir lagi mengonsumsi makanan yang haram.

Sebelumnya, Filipina mendorong para pengusaha makanan dan non makanan di Cebu untuk dapat mengakses sertifikasi halal. Hal ini dilakukan agar mereka bisa masuk lebih dalam ke pasar halal potensial.

Kepala Seksi Halal Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) Filipina Albino Ganchero menyebut sertifikat halal membuka peluang produsen masuk ke pasar halal yang potensinya mencapai 3,2 miliar dolar AS secara global. Produk halal pun sangat luas spektrumnya, dari pangan, non pangan, hingga jasa.

Sementara itu, Kepala Biro Pemasaran Ekspor Seksi Halal DTI Raison Arobinto mengatakan, penting bagi produsen memahami kebutuhan dan preferensi konsumen Muslim. Halal sangat penting bagi Muslim karena ini berkaitan dengan komitmen keyakinan dan produsen perlu paham kesusuaian syariah yang harus dipenuhi dari produk halal.

Ketentuan halal yang harus dipenuhi, kata Arobinto, tidak cuma dari segi bahan baku saja, tapi juga proses. Misalnya babi yang jelas terlarang bagi Muslim, tidak boleh dimasukkan dalam produk halal. Proses produksi juga harus dipastikan sesuai misalnya dengan memisahkan produk yang berpotensi membahayakan atau beracun.

Ia mengakui produk halal memang sedikit lebih kompleks. Tapi produk halal tidak hanya bisa dikonsumsi Muslim, tapi semua orang. ''Sekali sertifikat halal berhasil produsen dapatkan, mereka bisa menjangkau pasar tanpa batas. Konsumen Muslim saja sepertiga penduduk dunia,'' ujar Ganchero. (njs/sunstardavao/dbs/foto:halhalal)

 


Back to Top