Kemenag Ajukan Dirjen Pesantren Agar Kelola Lembaga Pendidikan Islam Lebih Optimal

gomuslim.co.id- Perkembangan pesantren di tanah air menginspirasi Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin dalam menanggapi usulan dibuatnya kementerian khusus untuk manajemen pondok pesantren. Dia menilai jika yang mengurus pesantren setingkat menteri lebih baik, kalau pun tidak setingkat menteri diharapkan diurus setingkat direktorat jenderal (dirjen).

“Pesantren sebuah entitas yang sangat besar, jumlahnya sangat bayak sekali. Pesantren melaksanakan pendidikan bidang agama, juga mengajarkan keterampilan hidup, wirausaha dan lain sebagainya,” papar Kamaruddin.

Selain pesantren, ada madrasah diniyah yang jumlahnya juga sangat banyak. Saat ini pesantren dan madrasah diniyah ditangani oleh direktur. Setingkat direktur sangat sederhana untuk menangani pesantren yang sangat banyak.

Apabila direktur yang mengurusi pesantren ditingkatkan menjadi setingkat dirjen, lanjut Kamaruddin, mungkin akan bisa berbuat lebih banyak. Dan jika yang mengurusi pesantren setingkat menteri tentu lebih bagus. "Namun, seandainya belum memungkinkan saya kira direktur jenderal juga sudah sangat luar biasa," ujarnya.

Pihaknya menilai jika pesantren dan madrasah diniyah ditangani setingkat dirjen. Nanti akan ada beberapa direktur untuk membantu. Nanti bisa ada direktur pesantren, direktur madrasah diniyah dan lain sebagainya.

“Ide pembuatan Dirjen Pesantren sebenarnya sudah lama kami inginkan. Dirjen Pendidikan Islam sangat besar, mengurusi RA, MI, MTs, MA, Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam. Dirjennya hanya satu, jadi terasa sangat sederhana strukturnya. Sementara tanggungjawabnya sangat besar sekali,” jelas dia.

Sementara itu, jika dirjen dimekarkan, akan menjadi alternatif yang paling pas. Yang kita wacanakan itu tiga dirjen, dirjen pesantren, dirjen pendidikan tinggi islam, dan dirjen madrasah.

Perlu diketahui, siswa dan siswi madrasah jumlahnya mencapai 10 juta orang dari 72 ribu madrasah. Perguruan Tinggi Islam jumlahnya sekitar 700 lebih.  Dan pesantren jumlahnya sekitar 30 ribu.

“Kalau melihat jumlah pesantren dan madrasah diniyah yang begitu banyak, menuru saya tentu Presiden Jokowi lebih memahaminya,” pungkas Kamaruddin. (nat/dbs/foto:nu)


Back to Top