Masuk Pasar Modal Syariah, Pinnacle Invesment Luncurkan Produk XPES

gomuslim.co.id- Industri saham syariah di Tanah Air terus mengalami perkembangan. Sejumlah perusahaan investasi berlomba-lomba menghadirkan produk unggulan untuk menarik investor. Baru-baru ini, PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Invesment meluncurkan produk reksa dana teranyar bernama Pinnacle Enhanced Sharia ETF (XPES), Kamis (12/10/2017).

Produk Smart ETF ketiga yang diluncurkan Pinnacle tahun ini dapat diperdagangkan di pasar modal. Produk dengan kode XPES ini merupakan produk berbasis syariah yang pertama kali diluncurkan oleh perseroan. Peluncuran XPES ini diharapkan dapat memberikan investor pilihan atas perusahaan di Indonesia yang berbasis syariah dan berkapitalisasi besar secara terdiversifikasi.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Pinnacle Investment, Guntur Putra, mengatakan XPES merupakan produk ETF berbasis syariah pertama di Indonesia yang menerapkan strategi Smart Beta dengan menggabungkan pendekatan strategi investasi pasif dan aktif secara sistematis.

"Ini merupakan ETF ketiga yang kami luncurkan tahun ini. Hal ini semakin menandakan komitmen kami untuk melanjutkan legacy dalam menerapkan inovasi dan teknologi di dalam proses investasi untuk memastikan produk investasi kami dapat diakses oleh seluruh investor dengan transparansi penuh secara efisien," kata Guntur.

Guntur menambahkan seluruh produk SMART ETF  didesain secara khusus untuk mendapatkan volatilitas yang lebih rendah dan imbal hasil dengan risiko yang sudah disesuaikan lebih tinggi untuk periode jangka panjang.  Menurutnya, produk XPES ditujukan untuk investor ritel dan institusi. Sedangkan benchmark produk tersebut adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

XPES menawarkan investor keahlian dalam bidang fundamental dan kuantitatif yang mendorong kemampuan‎ perusahaan untuk terus berinovasi dan memperoleh kinerja yang lebih baik dengan kondisi volatilitas portofolio yang lebih rendah.

Selain itu, Ia juga bilang, potensi imbal hasil XPES diperkirakan sekitar 3% di atas pasar. "Ini mengingat karakter reksadana ETF Sharia ini dari tingkat risiko kurang lebih sama dengan pasar," katanya.

Pinnacle Investment pun menjalin kerja sama dengan Indopremier Sekuritas sebagai dealer partisipan dan menunjuk Bank DBS sebagai Bank Kustodian untuk produk XPES.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director & Chief Investment Officer (CIO) Pinnacle Investment, Andri Yauhari menambahkan, dengan peluncuran Smart ETF yang keempat, perusahaan yakin dan percaya bahwa inovasi yang dikembangkan akan memberikan solusi dan alternatif investor syariah yang lebih baik. Dengan begitu, mereka dapat memanfaatkan keahlian global dari tim investasi perusahaan dan pengetahuan yang mendalam terhadap pasar modal syariah Indonesia.

Selain itu, lanjut Andri, XPES akan membobotkan saham di dalam portofolio dan mengoptimalkan pembobotannya empat atribut faktor yang telah teruji untuk menghasilkan alpha secara konsisten, yakni momentum, value, quality, dan volatility.‎

Sekadar informasi, hingga s‎aat ini terdapat 335 saham syariah yang tercatat pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Pada 30 Mei 2017, ada 20 saham syariah baru yang tercatat dan 18 saham yang keluar dari penghitungan ISSI.‎

Saham syariah sendiri menjadi pilihan instrumen yang menarik bagi investor pasar modal. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terus menggenjot pertumbuhan saham syariah.

Secara keseluruhan, sejak memperoleh izin sebagai manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan tahun 2015 silam, Pinnacle Investment telah meluncurkan empat produk Smart ETF yang tercatat di BEI. Selain XPES, terdapat produk Smart ETF lainnya bernama Pinnacle Enhanced Liquid ETF (XPLQ), Pinnacle CORE High Dividend ETF (XPDV), dan Pinnacle Indonesia Large-Cap ETF (XPLC). (njs/dbs)

 


Back to Top