Temuan Kata “Allah” pada Kain Bangsa Viking, Peneliti Sebut Ada Pengaruh Islam di Swedia

gomuslim.co.id- Islam merupakan agama terbesar kedua di dunia. Penyebaran Islam pun telah menyebar ke seluruh bangsa. Salah satunya adalah bangsa Viking. Baru-baru ini, para peneliti dari Swedia meneliti sejumlah garmen kuno dan menemukan kata "Allah" pada kostum pemakaman mereka.

Hasil penemuan literatur arab dalam kostum pemakaman bangsa penjelajah itu semakin memperkuat adanya hubungan antara Islam dan bangsa Viking. Garmen-garmen tersebut telah disimpan selama lebih dari 100 tahun  dalam sebuah gudang. Namun, bentuk kostum itu sedikit berbeda dengan pakaian makam Viking pada umumnya.

Dalam kostum tenunan berbahan dasar sutra berbalut perak itu terukir lafal 'Allah' dan nama 'Ali' yang mengacu pada Ali bin Abi Thalib. Hasil investigasi menemukan jika pakaian itu berasal dari makam Viking yang sempat hidup pada abad ke-9 dan ke-10.

Penemuan itu ditemukan oleh Arkeolog tekstil, Annika Larsson dari Universitas Uppsala di Swedia. Saat itu, dia sedang menggali kostum pemakaman Viking di Birka dan Gamla Uppsala pada era abad ke-19 hingga pertengaan abad ke-20. Mereka meneliti kembali sisa-sisa kostum pemakaman di dua kota di Swedia: Birka dan Gamla Uppsala. Kedua kota itu menjadi lokasi perdagangan utama bagi bangsa Viking.

"Material yang digunakan berasa dari Asia Tengah, Persia dan Cina," kata Annika Larsson seperti dilansir dari publikasi BBC, Kamis (12/10/2017).

Menurut Larsson, ukiran yang memiliki tinggi tak lebih dari 1,5 cm itu berbeda jauh dari pakaian adat Skandinavia yang pernah dia temui. Dia mengakatakan, desain pada pakaian itu mirip dengan tekstil Moor di Spanyol.

Kaum Moor memang dikenal telah mendiami bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) antara tahun 711 dan 1492. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Thariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai kawasan tersebut.

Hubungan Viking dan Islam bukan yang pertama kali ditemukan. Koin perak Viking dari arab juga pernah ditemukan di dekat Bandar Udara Internasional Arlanda terletak di pinggiran Stockholm, Swedia. Sebanyak 470 koin ditemukan di pemakaman zaman Besi. Ratusan koin itu sempat digunakan pada abad ke-7 hingga abad ke-9 saat bangsa Viking melakukan perdagangan besar-besaran ke berbagai belahan dunia.

Selain itu, Hubungan Viking dan Islam juga terungkap dari penemuan cincin perak jasad seorang wanita pada sebuah makam di Birka dua tahun lalu. Karakter tulisan dalam cincin itu serupa dengan ukiran huruf yang ditemukan dalam pakaian pemakaman baru-baru ini yakni Kufic.

Kufic merupakan bentuk kaligrafi tertua dari berbagai aksara Arab dan terdiri dari bentuk yang dimodifikasi dari aksara Nabataea lama. Kufic dikembangkan pada akhir abad ketujuh di Kufah, Irak. Cincin tersebut juga bertuliskan lafal Allah yang tertulis di atas batu. Menariknya, nama Ali baru ditemukan pada barang-barang bersejaran Skandinavia.

Sementara, Larsson sudah menemukan lafal Allah dan nama Ali dalam 10 pakaian dari 100 busana yang ditemukan. Kedua tulisan itu selalu ditemukan muncul bersama, melengkapi satu sama lain.

Penemuan itu lantas mengemukakan pertanyaan tentang bangsa Viking seperti apa yang mendiami tempat ini. Berdasarkan penggalian makam Viking lainnya dan analisis DNA menunjukan beberapa yang dikubur berasal dari Persia, di mana Islam sangat dominan.

Kendati, dia mengatakan, penemuan ini juga bisa menunjukkan kebiasaan pemakaman Viking yang dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, seperti kehidupan kekal di surga setelah kematian. "Tapi kemungkinan kalau Viking Muslim dimakamkan di lokasi tersebut juga tidak dapat dipungkiri," kata Annika Larsson. (njs/bbc/dbs)


Back to Top