Novelis Muslimah Asal Inggris Ini Bakal Hadir di Ajang AdAsia Indonesia

gomuslim.co.id- Peran muslimah di era milenial kini semakin beragam. Tidak hanya berprestasi dalam melahirkan generasi penerus hebat, tetapi juga menjadi agen perubahan untuk dunia. Salah satunya adalah Shelina Zahra Janmohamed, seorang muslimah yang pernah dinobatkan sebagai satu dari 50 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.  

Penulis novel terkenal asal Inggris itu dikabarkan akan hadir sebagai pembicara dalam gelaran AdAsia pada 8 sampai 10 November 2017 di Bali, Indonesia. Ia akan mengisi sesi hari pertama dengan tema "Local Insight into Reaching Mass Market" pada Rabu, 8 November 2017.

Seperti diketahui, penyelenggara kongres tersebut adalah Asian Federation of Advertising Associations (AFAA), yang terdiri dari 14 negara. AdAsia 2017 akan diisi lebih dari 30 pembicara ahli pada bidangnya masing-masing.

Shelina sendiri saat ini menjabat sebagai Vice President Ogilvy Noor, agensi branding dan periklanan Islam. Sebuah konsultan pencitraan Islam secara global pertama di dunia yang berpengalaman membangun merek dengan audiens Muslim.

Tentang Shelina Zahra Janmohamed

Shelina lahir dan dibesarkan di London Utara oleh orangtua imigran. Saat sekolah, ia merupakan satu-satunya perempuan muslim di kelas. Ia kerap menyembunyikan identitasnya. Kepada teman-temannya di sekolah, ia menyembunyikan tangannya yang berhias hena.

Seiring berjalannya waktu, ia tak mau terus sembunyi. Sebagai perempuan Muslim, ia mulai mengenakan kerudung saat kuliah di New College, Oxford. Setelah kuliah, ia mengikuti pelatihan tersertifikasi dalam bidang pemasaran dan selanjutnya menghabiskan satu tahun bekerja di Bahrain, yang membuka matanya pada "pengalaman global menjadi Muslim". Selepas dari Bahrain, ia kembali ke London dan mulai merintis kariernya sebagai penulis.

Namanya mulai dikenal masyarakat saat menulis buku Love in a Headscarf pada 2009. Di tahun 2016, ia kemudian kembali menulis buku berjudul Generation M: Young Muslims Changing the World. Dalam bukunya tersebut, Shelina menyebut generasi muda Muslim masa kini adalah bagian dari populasi yang paling cepat berkembang.

“Generasi muda Muslim masa kini bangga pada agamanya, konsumen yang antusias, dinamis, memiliki keterikatan dan komitmen, kreatif, dan selalu menginginkan hasil yang terbaik,” tulis Shelina dalam buku Generation M terbitan Agustus 2016 ini.

Shelina menjelaskan, sedemikian berpengaruhnya generasi muda Muslim ini, sehingga mereka bisa menggerakkan perubahan sosial. Gambaran Muslim muda masa kini tersebut tentu saja berbeda dengan gambaran Muslim secara umum di dunia.

“Jika orang berbicara tentang umat Islam, yang ada dalam benak oang adalah gambaran yang menakutkan,” kata seperti dilansir dari publikasi BBC, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, citra perempuan Muslim yang digambarkan terkungkung dan terbelakang, kini berganti dengan perempuan modern yang modis dan melek teknologi.  Ia menuturkan, generasi muda Muslim adalah generasi global yang lahir dalam kurun waktu 30 tahun belakangan. Berbeda dengan generasi muda agama lain yang cenderung berpaling dari agama, generasi Muslim milenial justru kian mendekatkan diri pada agama.

“Dalam hal kesadaran agama, mereka menunjukkan pengetahuan yang baik, sementara gaya hidup mereka tidak berbeda dengan orang-orang muda pada umumnya,” kata Shelina.

Dalam bukunya, Shelina juga menjelaskan generasi muda Muslim cenderung ingin menampakkan identitas diri mereka. Mereka ingin dunia tahu identitas mereka, dan inilah yang membedakan dengan generasi muda lainnya. (njs/bbc/dbs/foto:tuckmagazine)


Back to Top