ACT Siap Dirikan 100 Masjid dan 100 Sekolah untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

gomuslim.co.id- Lembaga kemanusiaan asal Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berencana membangun 100 Masjid dan 100 Sekolah di beberapa lokasi pengungsian etnis Rohingya yang ada di Bangladesh. Pembangunan ini dilakukan untuk memfasilitasi pengungsi untuk beribadah dan belajar (untuk anak-anak pengungsi).

Manager Media Network Development ACT, Lukman Azis Kurniawan mengatakan pembangunan masjid dan sekolah ini rencananya akan dimulai pekan depan. “Iya, Insya Allah pekan depan sudah akan dibangun. Kami berharap akhir tahun ini sudah bisa selesai semua,” ujarnya saat dikonfirmasi gomuslim, Jumat (20/10/2017).

Lebih lanjut, Lukman menuturkan, bangunan masjid tersebut nantinya juga akan dilengkapi seribu pengeras suara (toa) yang disebar di seluruh kamp-kamp pengungsian etnis Rohingya. Rencananya, 100 masjid akan dibangun secara tersebar di seluruh kamp-kamp pengungsian. Begitu pula seribu toa akan disebar agar azan berkumandang di seluruh wilayah pengungsian.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Bangladesh telah mengijinkan ACT membangun masjid. Sebab, kontraktor, pekerja dan material yang digunakan untuk membangun masjid berasal dari Bangladesh. "Pemerintah di sana menyambut baik karena kita menghidupkan perekonomian di sana," ujarnya.

Lukman mengungkapkan, para pengungsi melaksanakan sembahyang di dalam tenda hanya beralaskan tikar, di atas tanah yang becek. Kondisi ini juga yang mendorong ACT untuk membangun 100 masjid di kamp-kamp pengungsian etnis Rohingya yang berada di Bangladesh. ACT akan mengawal para pengungsi sampai proses recovery.

Selanjutnya, Lukman mengungkapkan pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari umat agar target pembangunan masjid dan sekolah bisa terlaksana. Menurutnya, target pembangunan ini tergantung dukungan donasi dari umat.

Selain itu, tambah Lukman, ACT juga kini sedang dalam proses membangun 2000 shelter atau hunian sementara untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Hal ini menjadi salah satu upaya dalam membangun kembali kehidupan masyarakat Rohingya agar dapat kembali normal. (njs/foto:act)

 


Back to Top