DMI Minta Kemenag Perluas Distribusi Alquran ke Masjid-Masjid Daerah

gomuslim.co.id- Jumlah masjid di Indonesia saat ini sangat banyak. Namun, di beberapa masjid justru masih banyak yang kekurangan Alquran untuk mencukupi kebutuhan umat Islam. Hal ini perlu menjadi perhatian banyak pihak, termasuk diantaranya Kementerian Agama (Kemenag).

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni baru-baru ini. Menurutnya, Kemenag perlu menggencarkan pengadaan Alquran di masjid, khususnya di daerah-daerah. "Jadi, perlu regenerasi Alquran dalam pengertian pengadaannya, bukan dalam arti Alquran yang baru, yang lain, tetapi pengadaan itu perlu," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa kondisi Alquran yang tersedia di masjid-masjid saat ini pun sangat memprihatinkan. Penyebabnya, selain karena sering dibaca oleh umat, usianya juga sudah tua. "Banyak yang sobek, ada yang jilid-jilidnya lepas juga. Karena sudah lama, kertasnya juga kuning," katanya.

Selama ini, lanjut dia, sebagian besar pengadaan mushaf Alquran di masjid justru berasal dari swadaya masyarakat. Terkadang masyarakat membawa Alquran dari rumahnya masing-masing. ‘’Masjid di ibu kota saja masih banyak yang kekurangan mushaf Alquran, apalagi masjid yang berada jauh dari ibu kota,’’ ungkapnya.

Kemenag, menurut dia, hanya memberikan puluhan mushaf saja kepada DMI. Jumlah itu tidak cukup untuk didistribukan ke masjid yang jumlahnya mencapai ratusan ribu di seluruh Indonesia. "Jadi, saya kira pengadaan Alquran ini memang harus ada,’’ ujar Imam.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengatakan, pihaknya telah melakukan pengadaan Alquran untuk umat Islam di Tanah Air. Namun, ia mengakui, pihaknya belum dapat memenuhi kebutuhan mushaf Alquran di seluruh masjid di Indonesia.

‘’Kami mengakui bahwa kami belum bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat yang besar karena kita tak pernah mencetak Alquran sampai 2 juta," katanya.

Ia menekankan, selama persediaan mushaf Alquran yang telah dicetak masih ada, masyarakat dipersilakan untuk mengajukan permohonan sesuai persyaratan. Setelah itu, bisa langsung diambil ke Gedung Unit Pencetak Al-Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, bagi pemohon yang berada di daerah, mushaf Alquran akan didistribusikan lewat kantor wilayah Kemenag. Ia menambahkan, kondisi Alquran kemungkinan tidak bisa bertahan jika telah digunakan selama lebih dari lima tahun. Namun, jika waktu pemakaian masih sekitar dua tahun, mushaf Alquran masih sangat memungkinkan untuk digunakan karena masih bagus.

Ia menyebutkan, Kemenag pada tahun 2014 dan 2015 telah mencetak dan membagikan Alquran kepada masyarakat dalam jumlah cukup banyak. Pada 2015, Kemenag telah mengadakan Alquran sebanyak 1,5 juta eksemplar.

Jumlah itu terdiri atas 700 ribu mushaf Alquran, 500 ribu Juz Amma, serta 300 ribu Alquran dan terjemahannya. "Tahun 2015 itu kan lebih 1 juta kita mengadakan Alquran. Demikian pula 2012, 2013, kita juga ada. Tahun 2016 memang kurang, kemudian 2017 juga kurang," ucapnya.

Pada tahun 2016, Kemenag hanya mencetak sebanyak 35 ribu mushaf Alquran. Sedangkan, pada 2017, tepatnya 24 Oktober lalu, Kemenag meluncurkan 120 ribu Alquran standar Indonesia di Gedung Unit Pencetak Al-Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Karena itu, ia mengimbau kepada pengurus masjid atau yayasan yang merasa kekurangan Alquran untuk segera mengajukan proposal permohonan. "Siapa saja yang meminta dengan membawa proposal, kita pasti kasih. Kita tidak kasih yang tidak bermohon," ucapnya. (njs/dbs/foto:bimasislam)


Back to Top