Genjot Program Pesantren Preneur, Menperin Serahkan Mesin Daur Ulang Sampah dan Mesin Penjernih di Lirboyo

gomuslim.co.id- Program Pesantren Preneur yang digagas pemerintah terus digencarkan. Baru-baru ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan mesin daur ulang sampah dan mesin penjernih air kepada Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, penyerahan bantuan ini merupakan langkah untuk mendorong jiwa wirausaha di kalangan pesantren. “Sejalan dengan program pesantren preneur, kami ingin pesantren turut aktif dalam mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat dengan pengoptimalan penyediaan lapangan kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pondok pesantren berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). “Keberadaan pondok pesantren bisa dijadikan wadah untuk menyerap tenaga kerja melalui pengembangan IKM. Kami berharap ini bisa menjadi bekal bagi para santri untuk belajar wirausaha secara mandiri,” katanya.‎

Selain mesin daur ulang sampah dan mesin penjernih air, Menperin juga memberikan sarung sebanyak 8500 untuk santri di pondok pesantren. Ia menyampaikan, seiring perekonomian nasional yang semakin membaik, industri juga sedang menunjukkan gerak positif dengan melakukan perluasan usaha atau menambah investasi. Dari langkah ekspansi ini, manufaktur dipastikan akan membuka lapangan pekerjaan.

Guna memenuhi permintaan industri tersebut, selama ini Kementerian Perindustrian aktif memberikan pendidikan dan pelatihan yang bersifat vokasi atau kejuruan. Misalnya, program Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan) untuk operator mesin industri garmen serta program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

“Kami juga memiliki sejumlah unit pendidikan seperti SMK dan politeknik yang telah menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi karena berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi,” paparnya.

Kemenperin, lanjut dia, saat ini sedang menjalankan dua model untuk kegiatan Santripreneur. Pertama, Santri Berindustri, memfokuskan pada pengembangan unit industri yang telah ada dan sumber daya manusia di lingkungan pondok pesantren yang terdiri dari santri dan alumni santri.

Kedua, Santri Berkreasi, memberikan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok pesantren. Nantinya para santri ini akan dilatih untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Sementara itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, program pilot project Santripreneur yang telah berjalan, misalnya di Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam pelaksanaan bimbingan teknis pengolahan ikan dan pembuatan alas kaki. Selain itu, pembuatan lampu LED dan revitalisasi industri garam.

“Dalam kurun waktu 2013-2015, Direktorat Jenderal IKM telah membina beberapa pondok pesantren dengan pelatihan tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi unit industri yang ada di pondok pesantren,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Agama, pada 2014, pondok pesantren yang ada di Indonesia sebanyak 27.290 lembaga dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang. “Ini menjadi potensi bagi penumbuhan wirausaha baru dan sektor IKM di Tanah Air,” ucapnya. (njs/dbs/foto:antara)

 

 


Back to Top