Singgung Tantangan Global, Presiden Jokowi Dorong Pengembangan Industri Kreatif Muslim

gomuslim.co.id- Industri kreatif muslim di Tanah Air mempunyai peluang yang cukup besar untuk terus berkembang. Hal ini seiring dengan keadaan penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Salah satu contoh dari industri kreatif muslim yang bisa digarap adalah sektor hijab.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini. Ia menyambut baik beragam usaha masyarakat Muslim Indonesia di bidang kreatif ini. Menurutnya, usaha baru yang dibuat mereka bisa dikembangkan supaya lebih besar bahkan lebih luas.

"Saya sangat senang sekali apabila ada pebisnis baru di bidang ini dan kami bisa suntik sehingga tumbuh dengan baik sehingga bisnis baru bisa kita kembangkan. Saya lihat terutama Muslim terdidik kita masuk sektor ini paling kuat di fashion hijab. Ini sangat menjanjikan dan berpeluang untuk diekspor," ujarnya.

Presiden Jokowi pun mendorong agar penggarapan di sektor industri fashion Muslim ini benar-benar dilakukan dengan baik, profesional, dan fokus mengembangkan ke luar negeri. Ia berjanji, pemerintah akan membantu para pebisnis baru dalam mengembangkan industri di sektor ini.

"Saya sangat senang sekali apabila pebisnis baru di bidang ini dan kami bisa suntik sehingga tumbuh dengan baik. Pemerintah tidak ragu membantu membukakan jalan dan mengembangkan industri kreatif ini masa mendatang," ujar Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia perlu meningkatkan kreativitas dan inovasinya untuk mengejar ketertinggalan perekonomian negara. Terlebih, di era teknologi dan keterbukaan saat ini, persaingan antarnegara akan semakin ketat.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan sebab dunia telah berubah begitu cepat. Lanskap ekonomi global hingga daerah berubah dan turut mengubah kebutuhan masyarakat saat ini. "Karena itu kita jangan terjebak dalam rutinitas, sikap yang monoton. Setiap hari kita lakukan keseharian. Perubahan itu ada di depan mata kita," kata Jokowi.

Presiden juga mengungkapkan dalam berhubungan bernegara tidak hanya dengan negara-negara barat, tetapi negara-negara mitra baru. "Setelah pelantikan di akhir 2014 lalu saya pergi ke Timur Tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Qatar. Untuk apa? Keseimbangan posisi, dalam ketidakpastiaan sekarang, sangat diperlukan sekali," katanya.

Presiden mengungkapkan negara-negara Timur Tengah ini memiliki dana ribuan triliun untuk diinvestasikan ke negara lain. Jokowi juga menyinggung masalah besar terkait kesalahan pendistribusian aset yang tidak sampai ke rakyat.

Untuk itu, katanya, pada awal tahun ini dilakukan pembagian aset kepada pribadi, koperasi, pondok pesantren untuk menggerakan perekonomian dari bawah. Presiden mengakui bahwa hal ini tidak mudah karena sebelumnya sudah dibagikan. "Saya lihat satu persatu, banyak yang ditelantarkan, dan ini kami cabut, kami kembalikan kepada rakyat," katanya.

Presiden juga berjanji jika ada sebuah organisasi, misalnya ponpes atau koperasi ingin konsesi jumlah besar akan disiapkan. "Mau minta berapa? 10 ribu hektare? 20 ribu hektare? KAHMI bisa. Tapi dengan catatan mempunyai business plan jelas. Jangan sampai diberikan kemudian konsesi itu dijual ke yang lain. Percuma," imbuhnya. (njs/dbs/foto:surabayabisnis)


Back to Top