Pakar Studi Islam : Makanan Halal Harus Perhatikan Kebersihan

gomuslim.co.id- Sertifikasi halal pada makanan menandakan bahwa makanan tersebut telah diuji dan diproduksi sesuai dengan syariat Islam. Tidak mengandung bahan yang dilarang atau berbahaya bagi tubuh. Selain itu hal terpenting lainnya adalah Thayyib (baik), dari sisi kesehatan maupun kebersihan.

Seperti yang dilansir dari publikasi World Bulletin, seorang profesor studi Islam dari Universitas Bostwana Muhammad Haron, sebuah negara di Afrika bagian selatan, mengatakan tentang hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam sertifikasi makanan yang halal bagi umat Islam.

“Siapapun yang melihat industri ini harus dapat melihat bahwa sama sekali tidak ada fatwa atau keputusan dalam Islam dikeluarkan tanpa mempertimbangkan aspek terkait lainnya, orang tidak dapat mengabaikan masalah sanitasi dan tidak dapat menghindari masalah kebersihan, semua ini saling terkait,” papar Haron.

Dengan adanya sertifikasi halal, maka akan menguji apakah makanan itu telah diproduksi sesuai dengan hukum Islam. Hal tersebut mencakup penyembelihan hewan dengan cara tertentu. Di samping itu, sertifikasi halal juga menegaskan apakah produk tersebut bebas dari alkohol dan produk daging babi.

“Para teolog harus bekerja sama dengan pakar kesehatan untuk mengeluarkan sertifikasi tersebut,” ujarnya.

Dia menilai industri halal tidak dapat dimanipulasi dan dikontrol oleh para teolog semata. Namun, individu dari sektor profesional lainnya harus digandeng untuk membantu merampungkan proses sertifikasi itu.

“Fatwa menjadi tidak berarti dan tidak efektif jika masalah kesehatan dan kebersihan ini diabaikan,” kata dia.

Selain para teolog, spesialis atau ahli dalam bidang kesehatan dan kebersihan itu bisa termasuk dokter hewan yang memahami soal hewan ternak. Sementara itu, sebuah laporan di seluruh dunia yang diterbitkan awal tahun ini menyebutkan, bahwa non Muslim kini mulai mengasosiasikan makanan halal dengan konsumsi etis.

Bahkan, di Turki, parlemen setempat juga menyetujui sebuah undang-undang untuk menetapkan badan akreditasi halal pertama di negara tersebut awal bulan ini.

Menurut hukum tersebut, Lembaga Akreditasi Halal (HAK) akan memiliki kewenangan tunggal untuk mengsertifikasi dan mengakreditasi produk halal di Turki, yakni produk yang dibuat sesuai dengan standar Muslim. Sedangkan, perdagangan global akan produk dan layanan halal saat ini bernilai sekitar 3,9 triliun dolar. (nat/worldbulletin/dbs)

 


Back to Top