Kepala Eksekutif LPS: Sektor Syariah Dorong Perkenomian Nasional

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah dinilai mempunyai peran penting dalam mendorong perekonomian nasional. Sejumlah kalangan memprediksi, sektor syariah ini akan terus tumbuh seiring dengan semakin banyaknya dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baru-baru ini, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung perkembangan perbankan syariah. “Kita mendukung simpanan syariah. Kita jamin simpanan syariah tanpa batasan bunga LPS, itu bentuk dukungan terhadap perbankan syariah," ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan perekonomian syariah berpotensi semakin berkembang di tahun depan.  Apalagi, jika pertumbuhan ekonomi nasional juga meningkat. "Kita perkirakan, kalau pertumbuhan ekonomi bisa naik dari 5,1 persen tahun ini ke 5,3 persen tahun depan. Maka otomatis akan dukung perekonomian syariah," katanya.

Menurutnya, sepanjang pengawasan khusus LPS terhadap Bank Perkreditan Rakyat (BPR), hanya sedikit BPR Syariah yang dilikuidasi. "Lebih banyak BPR (konvesional)," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menyatakan, sampai dengan 30 September 2017, bank yang dilikuidasi oleh LPS secara nasional sebanyak 82 bank yang terdiri atas satu bank umum, 76 bank perkreditan rakyat (BPR), dan lima bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). Dari 82 bank tersebut, 30 BPR berada di wiayah Jawa Barat (Jabar).

 “Dari 82 bank tersebut, ada 30 BPR berada di wilayah Jawa Barat yang terdiri atas 27 BPR yang sudah selesai likuidasi, dan tiga BPR sedang dalam proses likuidasi. Maka dari itu, kami melaporkan hal itu kepada gubernur terkait hal ini,” kata Halim Alamsyah.

Halim menjelaskan, pada 2016 terdapat dua bank di wilayah Jawa Barat yang dicabut izin usahanya, yakni BPRS Shadiq Amanah (Bandung) dan BPR Multi Artha Mas Sejahtera (Bekasi).

Sementara itu, tahun ini, tidak ada satu pun bank di Jawa Barat yang dicabut izin usahanya. Adapun sebaran BPR yang dilikuidasi di Jawa Barat di antaranya, Bogor sebanyak dua bank, Sukabumi satu bank, Cianjur (satu bank), Garut (satu bank), Bandung (delapan bank), Depok (dua bank), Cirebon (satu bank), Cimahi (dua bank), Subang (tiga bank), dan Bekasi (enam bank).

Halim juga menjelaskan berdasarkan data likuidasi bank di wilayah Jawa Barat selama periode tahun 2010-2016, penyelesaiannya cukup berfluktuasi. Pada 2016, diketahui bahwa claim recovery sebesar ratarata 28,03%, pencairan aset/NSL sebesar rata-rata 157,95%, dan recovery rate sebesar rata-rata 18,70%. Sementara itu, jangka waktu penyelesaian likuidasi rata-rata mencapai 27 bulan. (njs/dbs/foto:indobisnis)

 


Back to Top