ACT Dirikan Dapur Umum di Gaza dan Al-Aqsa

gomuslim.co.id- Meski jauh terpisah ribuan kilometer dari Indonesia, tapi sekali lagi, ada bagian dari Indonesia yang ikut hadir di tengah-tengah perlawanan masyarakat Palestina. Sejak Sabtu (09/12) Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi yang pertama dari Indonesia, bergerak cepat untuk mendirikan dapur umum, menyuplai pasokan makanan untuk para penjaga al-Aqsa.

Direktur Global Humanity Response ACT, Bambang Triyono, menuturkan bukan hanya satu, tapi dua dapur umum dengan kapasitas produksi ribuan porsi makanan sehari. “Hadir di Gaza dan di dalam Kompleks al-Quds, Yerusalem. Alhamdulillah, sekali lagi ada nama Indonesia yang terlibat di tengah-tengah perjuangan Bangsa Palestina,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, di Gaza dapur umum ACT mulai aktif mengepulkan olahan nasi biryani sejak Sabtu (9/12). “Distribusi nasi biryani dari Indonesia untuk para pemuda Gaza yang melakukan perlawanan di East of Khan Younis. Sehari 500 porsi makanan di Gaza. Terus berlanjut sampai Ahad (10/12),” jelas Bambang.

Selain Gaza, dari puncak eskalasi konflik di Yerusalem, tepatnya di dalam kompleks suci al-Quds satu lagi ada dapur umum ACT. Bambang menjelaskan, serupa dengan di Gaza, dapur umum di al-Quds mulai memasak sejak Sabtu subuh (9/12). “Makanan siap saji berupa nasi biryani dan sepotong ayam besar menjadi makan siang para penjaga al-Aqsa yang melakukan demonstrasi damai di Yerusalem,” ujar Bambang.

Kondisi Terkini Gaza dan al-Aqsa

Dari Gaza dan al-Aqsa, mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) melaporkan situasi terkini. Sampai dengan Ahad, laporan ini diunggah, demonstrasi masyarakat Palestina dibalas dengan peluru, granat kejut (stun grenade/flash bang), hingga gas air mata.

“Bahkan Jumat malam, serangan udara dijatuhkan oleh jet tempur Israel di Gaza,” kata Abu Umar (nama disamarkan, -red) seorang mitra ACT di Gaza.  

Pasca demonstrasi besar selepas salat Jumat, ditambah dengan serangan udara Israel yang jatuh di Gaza, Jumat (8/12) malam, sedikitnya dua orang Palestina tewas di tempat. Sementara 800 jiwa lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan Palestina. (njs/act)


Back to Top