Usung Teknologi Produk Halal, Peneliti Indonesia Ini Raih Apresiasi King Faisal International Prize 2018

gomuslim.co.id- King Faisal Foundation memberikan apresiasi penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) 2018 kepada beberapa peneliti atas pada sejumlah peneliti atas kontribusinya di dunia Islam. Beberapa bidang tersebut di antaranya; Pelayanan terhadap Islam, Studi Islam, Bahasa Arab dan Sastra, Kedokteran, dan Ilmu Pengetahuan.

Seorang profesor asal Indonesia Irwandi Jaswir turut meraih penghargaan di bidang pelayanan untuk Islam. Ia mengembangkan teknologi metode analisis cepat kandungan non halal dalam makanan, kosmetik dan produk lain yang sering dipakai umat Islam.

Seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat, (12/01/2018), perangkat Portable Electronic Nose yang diusungnya bisa mendeteksi keberadaan alkohol atau lemak babi dalam hitungan detik. Ini membuatnya berhak memenangkan perhargaan kategori pelayanan untuk Islam.

Profesor Jaswir saat ini menjabat Wakil Dekan International Institute for Halal Research and Training (INHART) dan Secretary of Council of Professors di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Ia sudah mempublikasikan beragam temuan dan penelitian terkait ilmu halal. Komite Penghargaan menyebut Prof Jaswir telah melakukan banyak hal untuk menjadikan INHART dan IIUM terdepan dalam dunia halal.

Selain itu, Prof Jaswir juga mengembangkan alternatif makanan halal serta memproduksi gelatin halal dari berbagai sumber halal seperti unta dan ikan. Komite mencatat kolaborasi Prof Jaswir dan ilmuwan lain pun berhasil mengembangkan metode deteksi kandungan nonhalal pada kosmetik.

Sebagai peneliti Indonesia, ia lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia memperoleh gelar sarjananya di Institut Pertanian Bogor pada 1992. Ia kemudian melanjutkan Master di bidang Ilmu Bioteknologi dan Makanan pada 1996. Gelar doktor diperolehnya pada 2000 dari Universitas Putra di Malaysia.

Sejak didirikan pada 1979, KFIP memberikan penghargaan dalam Pelayanan terhadap Islam, Studi Islam, Bahasa Arab dan Sastra, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan. (nat/arabnews/dbs/foto:arabnews)


Back to Top