Tingkatkan Kualitas Infrastuktur, Kemenag Alokasikan 2,2T Dana SBSN Tahun Ini

gomuslim.co.id- Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur layanan pendidikan, balai nikah dan manasik, serta asrama haji dengan skema pembiayaan SBSN. Untuk tahun 2018, Kemenag telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,2triliun.

Hal demikian disampaikan Sekjen Kemenag usai rapat dengan Bappenas terkait Pembangunan Infrastruktur yang Dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Agama Tahun 2014-2019 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Hadir dalam rapat ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Subandi, Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan Amich Alhumami, Direktur Pendidikan dan Agama Hadiat, serta para pejabat Eselon II Kementerian Agama.

“Tahun ini kita akan kembali membangun infrastruktur layanan pendidikan, KUA, dan haji di sejumlah daerah melalui skema pembiayaan SBSN,” terang Nur Syam di Jakarta, Kamis (11/01/2018).

Menurut Nur Syam, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk empat sektor, yaitu: 1) Pembangunan Revitalisasi dan Pengembangan Asrama Haji sebesar Rp349,74 miliar; 2) Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji sebesar Rp355,35 miliar; 3) Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Madrasah sebesar Rp201,43 miliar; dan 4) Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana PTKIN sebesar Rp1.304 miliar.

Nur Syam mengatakan, ada delapan asrama haji yang akan direvitalisasi pada 2018, yaitu: Asrama Haji DKI Jakarta, Medan, Padang Pariaman, Makassar, Banjarmasin, Surabaya, Maluku, dan Lampung. Sementara peningkatan sarana prasarana PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) akan dilakukan pada 34 kampus, antara lain: UIN Ar Raniry Banda Aceh, UIN Sumatera Utara, UIN SUSKA Riau, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Malang, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

“Tahun ini juga akan dibangun juga 245 Balai Nikah dan Manasik Haji,” terang Nur Syam. Balai nikah dan manasik haji itu tersebar di 30 provinsi, antara lain: Aceh, Sumbar, Riau, Kepri, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sulbar, Sulteng, Sulsel, serta Papua dan Papua Barat.

Nur Syam menambahkan, tahun ini adalah kali pertama dialokasikannya anggaran SBSN untuk peningkatan akses dan mutu pendidikan madrasah. Pembangunan ini akan dilakukan di 32 madrasah pada beberapa wilayah Indonesia, dari jenjang MI, MTs, dan MA. Beberapa madrasah dimaksud antara lain: MIN Nglawu Sukoharjo Jawa Tengah, MIN Purwokerto Jawa Tengah, MTsN Surakarta 1 Jawa Tengah, MTsN Merasugun Assowalesi Jayawijaya Papua, serta MAN IC Aceh Timur dan MAN IC Sipirok Sumatera Utara. (njs/kemenag)

 


Back to Top