DMI Usung 'Eco Masjid' untuk Diterapkan ke Seluruh Masjid Nusantara

gomuslim.co.id- Konsep masjid saat ini berkembang menjadi masjid yang ramah lingkungan atau dikenal sebagai 'Masjid Hijau atau Eco Masjid'. Konsep masjid ini menekankan sumbangsih dalam ikut merawat lingkungan yang lebih bersih dan hijau.

Direktur Program Dewan Masjid Indonesia (DMI), Munawar Fuad Noeh, mengatakan konsep masjid hijau itu telah berjalan dan akan terus didorong dan diedukasikan oleh DMI. Sebagai bagian dari iman, menurutnya, adalah mengekspresikan kecintaan terhadap lingkungan. 

Munawar mengatakan selain sebagai penguatan keimanan, masjid juga berperan dalam memberikan motivasi pada masyarakat untuk merawat lingkungan.

"Konsep masjid hijau ini, tentunya masjid yang memperhatikan soal kebersihan dan lingkungan. Selain itu, masjid benar-benar memberikan satu arsitektur dan tata ruang yang betul-betul mendukung terhadap kesehatan lingkungan," ujar Munawar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/01/2017).

Di samping aspek kebersihan, masjid hijau juga menggalakkan program penghijauan dan pengelolaan sumber daya air yang baik. Bahkan, Munawar mengatakan sudah ada ide untuk menggunakan listrik dengan memanfaatkan energi angin dan matahari.

Bahkan, dalam tiga bulan terakhir ada peluncuran konsep masjid hijau di masjid Adz-Dzikra di Sentul, Bogor. Dalam mendukung konsep masjid hijau ini, DMI belum lama telah memulai berbagai rintisan untuk membersihkan karpet di seluruh masjid.

"Pernah kita gulirkan 1.000 layanan kebersihan karpet masjid. Kemudian juga menggalang perusahaan yang memiliki produksi alat kebersihan," kata dia.

Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni mengatakan DMI pernah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan untuk menyediakan tanaman produktif dan tanaman hias, yang kemudian dibagikan kepada seluruh masjid di Indonesia.

“Dengan lingkungan yang hijau sanitasi pada lingkungan masjid bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Masjid merupakan salah satu sektor fasilitasi umum yang rawan dengan penggunaan air yang banyak. Aspek terkait itu, menurutnya, ialah penggunaan air menurut madzhab.  “Salah satunya Madzhab Maliki yang menekankan penggunaan air yang hemat. Sementara Madzhab Syafi'i dianggap lebih boros, karena air untuk bersuci harus menggunakan air yang mengalir. Karena itu, air menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam keberadaan masjid,” papar Imam.

Dalam mendukung keberadaan masjid, DMI sudah pernah mengirim 100 mobil ke masjid di seluruh provinsi di Indonesia untuk kebersihan, perawatan masjid dan sound system.

"Melalui masjid, DMI ingin bersama masyarakat tanpa melihat apapun madzhab untuk memperkuat masyarakat. Sehingga, ada masyarakat masjid sebagai semacam sub kultur dari kehidupan sosial ekonomi yang sejahtera," pungkas Imam. (nat/dbs/foto:lplhsdamui)


Back to Top