Enam Kabupaten Kumpulkan 10.000 Ton Beras untuk Palestina

gomuslim.co.id- Panen Raya Januari 2018,  Musim Tanam 1 menjadi sedikit berbeda. Pasalnya, di enam kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur, beras yang bakal dipanen juga bakal disiapkan untuk sebuah misi kemanusiaan. Misi ini spesial, punya tajuk melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina.

Ariyanto, selaku salah satu pengurus Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menuturkan, komitmen sudah didapat dari enam kabupaten. Panen di enam kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur bakal disisihkan untuk menyuplai gabah kualitas terbaik, melengkapi beras yang bakal dikirim ke Palestina.

“Insya Allah, beras Kapal Kemanusiaan Palestina bakal dipasok dari Kabupaten Blora, Bojonegoro, Ngawi, Grobogan, Tuban, sampai ke Rembang,” ujar Ariyanto.

Ariyanto menjelaskan nantinya ribuan ton gabah yang didapat dari enam kabupaten itu bakal diolah menjadi beras kualitas terbaik. Pengolahan beras dilakukan di penggilingan padi (huller) yang berada di LPM di sekitar Kabupaten Blora.

Project LPM merupakan salah satu produk pengelolaan Desa Wakaf yang dilakukan Global Wakaf ACT. Di Lumbung Pangan Masyarakat tersedia pengolahan gabah mandiri, juga gudang beras mandiri yang dikelola penuh oleh masyarakat desa berbasis aset wakaf. Global Wakaf menyiapkan Lembaga Keswadayaan Wakaf Desa (LKWD) sebagai pengelola LPM.

“Gabah akan dibawa ke huller LPM salah satunya di Desa Jipang, Kecamatan Cepu. Gabah diolah jadi beras kualitas premium. Lalu dibungkus dalam karung-karung dan dimasukkan ke dalam gudang sampai terkumpul 10.000 ton beras.,” tutur Ariyanto.

Ariyanto memprediksi, rata-rata untuk panen raya di Januari 2018 ini, setiap desa bisa menghasilkan beras sekira 700-1.000 ton, tergantung dari luasan sawah yang ada di tiap-tiap desa.

Memimpin langsung proses panen Januari 2018 di salah satu hamparan petak sawah di Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Ahyudin selaku Presiden ACT mengatakan panen di Januari adalah momen terbaik bangsa ini melakukan aksi nyata bagi bangsa Palestina.

Ahyudin meyakinkan masyarakat bahwa panen di bulan Januari 2018 ini Indonesia bisa menghasilkan surplus beras.

“Ini tentang perjalanan kemanusiaan. Kita tunjukkan kalau bangsa ini bangsa besar. Bukan sekadar doa yang kita kirimkan ke langit. Tapi bangsa ini perlu hal konkret yang dikirimkan sampai Palestina. Insya Allah, tanggal 21 Februari 2018, Kapal Kemanusiaan akan berlayar kembali bawa 10.000 ton beras dari Indonesia,” tutur Ahyudin.

Jika merujuk pada data Kementerian Pertanian, per Januari 2018 prediksinya akan ada panen 4,5 juta ton beras. Luasan penyumbang beras terbesar adalah wilayah Jawa Barat seluas 100.996 hektar, Jawa Tengah seluas 109.876 hektar, Jawa Timur 75.432 hektar dan provinsi lainnya seluas 568.065 hektar. Dengan total luas panen mencapai 854.369 hektar.

Dari Kedungtuban, Kabupaten Blora, perayaan panen beras 2018 dirayakan dengan bahagia oleh petaninya. Seperti Matqorim misalnya, Ia mengaku bahagia bisa ikut terlibat dalam misi Kapal Kemanusiaan untuk Palestina. “Gabah ini mau saya kirim ke Palestina. Terima kasih ACT semoga proses gabah kita ini bisa lancar selamat tidak ada halangan apapun sampai dengan Palestina, hidup!” ujarnya. (njs/act)


Back to Top