Ini Penjelasan Pemerintah India Terkait Stop Subsidi Penerbangan untuk Jemaah Haji

gomuslim.co.id- Selama puluhan tahun, jemaah haji India mendapat subsidi dari pemerintah untuk biasa penerbangan. Namun, baru-baru ini pemerintah setempat mengumumkan bahwa kebijakan tersebut dihentikan.

Menurut Menteri Urusan Minoritas India, Mukhtar Abbas Naqvi, hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memberdayakan kaum minoritas secara bermartabat. "Dana subsidi haji akan digunakan untuk pendidikan anak dan perempuan dari masyarakat minoritas," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Aljazeera, Rabu (17/01/2018).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemerintahan India, yang kini dikuasai nasionalis Hindu, ingin membantu sekitar 175 juta muslim di India tanpa menggunakan tuntutan politis melalui jalur agama. "Pembangunan dengan bermartabat adalah apa yang kita yakini,” katanya.

Ia mengatakan uang yang dihemat dari skema tersebut akan disalurkan ke peluang-peluang ekonomi dan pendidikan bagi umat Islam, yang mencakup 14 persen dari total 1,25 miliar populasi di India.

Setiap tahun lebih dari 100 ribu umat Muslim India berangkat haji ke Mekah di Arab Saudi. Kebijakan itu merupakan hasil keputusan dari Mahkamah Agung yang telah mengarahkan pemerintah untuk secara bertahap mengurangi subsidi haji dan menghapusnya pada 2022.

Menurut pengadilan tertinggi India itu, skema tersebut harus dihapuskan karena bertentangan dengan prinsip fundamental Islam bahwa hanya mereka yang mampu yang diwajibkan menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, Presiden All India Muslim Majlis-e-Mushawarat, Navaid Hamid mengatakan Muslim India justru telah lama menuntut kebijakan tersebut. Ia menyebut, subsidi tersebut digunakan untuk waktu yang lama untuk mengecam komunitas Muslim, untuk menyebarkan kebohongan bahwa umat Islam disenangkan.

Subsidi dimulai pada 1954. Pemerintah India berpuluh-puluh tahun menawarkan subsidi sebesar miliaran rupee kepada Muslim miskin yang ingin melakukan haji. Pada 2016, jumlah subsidi sekitar 75 juta dolar AS. Namun, jumlah itu turun dari 100 juta dolar AS pada periode 2013.

Peziarah Muslim diberi subsidi melalui tarif penerbangan konsesi. Subsidi haji adalah sumber pendapatan utama maskapai penerbangan nasional, Air India, kata cendekiawan Muslim dan wakil rektor Universitas Hukum Nalsar, Faizan Mustafa.

Ia menganggap, subsidi itu justru diberikan pada Air India. Ia memahami dampak kebijakan itu yakni membuat beberapa Muslim kurang mampu kesulitan melakukan perjalanan haji. Namun, menurut dia, apabila Muslim memiliki tekad kuat, maka mereka dapat pergi haji.

Muslim di seluruh dunia diharapkan untuk pergi haji setidaknya sekali dalam seumur hidup, jika mampu. Argumen asli kebijakan subsidi adalah mereka membantu bagian masyarakat kurang mampu melakukan ziarah.

Namun, kebijakan yang perdebatkan tersebut mendapat kecaman dari banyak kalangan, termasuk partai penguasa nasional Hindu India, Partai Bharatiya Janata (BJP) yang lama menyebutnya penyesalan terhadap kaum minoritas.

Bagaimanapun juga, India menghabiskan dana negara yang signifikan untuk ziarah lainnya, termasuk festival keagamaan Hindu Kumbh.

Anggota Dewan Hukum Pribadi Muslim All India, Kamal Faruqui mengatakan subsidi haji digunakan sebagai "alat politik" di negara itu selama beberapa dekade. "Kami ingin mengelola urusan haji kami sendiri, pemerintah harus membantu kami," jelasnya.

Subsidi diberikan melalui tarif penerbangan. Subsidi haji juga menjadi pendapatan utama bagi maskapai penerbangan nasional, Air India. "Air India yang mendapatkan subsidi itu," kata Faizan Mustafa, cendekiawan Islam dan wakil rektor Universitas Hukum Nalsar.

Pemerintah India menyebutkan akan ada sekitar 175 ribu umat Islam yang melakukan ibadah haji tahun ini. Data tersebut menunjukkan bahwa antusiasme untuk pergi haji tidak menyusut tanpa dukungan finansial pemerintah.

Para pemimpin muslim India juga mendorong pemerintah menghapuskan subsidi perjalanan, menyatakan bahwa dalam hal ini maskapai penerbangan pemerintah Air India lah penerima manfaat terbesarnya. (njs/Aljazeera/dbs/foto:airindia)

 

 


Back to Top