Menag dan Gubernur NTB Imbau Mahasiswa Mesir untuk Jaga Moderasi Islam ‘Washtiyyah’

gomuslim.co.id- Pada kunjungannya ke Kairo, Mesir, Menteri Agama, Lukman Hakim Syarifudin melakukan pertemuan dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan. Pertemuan ini berlangsung di Asrama Mahasiswa Indonesia, Komplek Universitas Al Azhar Nasr City Cairo, Selasa (16/01/2018).

Dalam pertemuan ini, Menag didampingi oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Mesir, Helmy Fauzy, Penasehat Grand Sheikh Al Azhar Syaikh Abdurrahman Musa, Ketua Organisasi Alumni Al Azhar Indonesia TGB. M. Zainul Majdi, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, dan Kepala Asrama Mahasiswa Mayjen Ismail Shofwat.  

“Dunia memerlukan pikiran-pikiran moderasi Islam di tengah kuatnya globalisasi dan teknologi informasi yang dapat mendistorsi pesan utama ajaran Islam. Karenanya, saya mengajak saudara-saudara untuk menebarkan kedamaian,” ujar Menag. 

Menurut Menag, mendapatkan kesempatan studi di Al Azhar ibarat mendapat kemuliaan dan kehormatan. Menag sendiri mengaku dulunya ingin melanjutkan pendidikan ke Al Azhar, namun takdir berkata lain.

“Saudara adalah  orang-orang pilihan (selected person). Ada ratusan, ribuan dan bahkan jutaan orang di luar sana yang ingin belajar ke Al Azhar University, namun kenyataan berkata lain,” tambah Menag.

Dalam pertemuan tersebut, Menag mengajak mahasiswa untuk mensyukuri kesempatan belajar ini. Menurutnya, ada dua hal yang bisa dilakukan, antara lain; menjaga nama baik bangsa dan menjaga nama baik almamater.

“Sepulang ke Indonesia, mari ikut mempromosikan Islam washatiyyah, menjadi duta atau ambassador Islam rahmatan lil almin,” terangnya.

Rupanya hal senada juga disampaikan oleh Gubernur NTB yang juga Ketua Organisasi Alumni Al Azhar Indonesia, TGB. Zainul Majdi.

“Saya berharap mahasiswa Indonesia di Mesir dapat menjaga moderasi Islam (Islam washtiyyah) sebagai DNA yang melekat pada diri mahasiswa Al Azhar University,” pungkas Zainul. (nat/kemenag/dbs/foto:kemenag)

 


Back to Top