Chef Herman: Hidup Sehat dengan Makanan Halal

gomuslim.co.id- Anjuran mengkonsumsi makanan halal menjadi salah satu perintah agama yang wajibkan dipatuhi setiap umat Muslim. Namun belakangan ini, halal banyak dipilih non Muslim karena memang baik bagi kesehatan.

Ketua Asosiasi Chef Halal Indonesia (ACHI), R. Muhammad Suherman atau yang akrab disapa chef Herman mengatakan bahwa halal dalam perspektif makanan menjadi sangat penting karena merujuk pada segala zat yang dikonsumsi bermanfaat bagi tubuh dan menjamin kebersihannya.

“Secara bahasa, halal diartikan sebagai hal-hal yang boleh dikonsumsi, sedangkan thayib dalam artian baik. Jadi sangat pas untuk pola hidup sehat,” ujar chef Herman saat ditemui gomuslim di acara talkshow Women’s Day Out “Halal Style: Good Food Good Behaviour”, di Warehouse Store Hijup, Jakarta, Jumat (19/01/2018).

Chef Herman menambahkan saat ini memilih makanan halal kian dipermudah dengan adanya sertifikasi jaminan produk halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pilih makanan kemasan atau resto yang ada logo halalnya, sudah dijamin halal dan thayib karena telah melewati tahap pengujian,” kata dia.

Dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan halal, Asosiasi Chef Halal Indonesia juga gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya dalam aksi ‘Gerakan Berbagi Kuas’ kepada pedagang-pedagang kaki lima. Kuas yang dibagikan terbuat dari bulu sintesis yang aman digunakan untuk mengkuas makanan.

“Karena kalau kuas bulu, banyak yang diimpor dari China dan khawatir terbuat dari bulu babi, jadi ngak halal ke makanan yang dikuas. Seperti jagung bakar atau sosis bakar walaupun makanannya halal tapi alat penunjangnya haram, sama aja jadi ngak halal, ” pungkas chef Herman.

Selain gerakan, ACHI juga melakukan social movement dengan tagline ‘Tanya Halal’ kepada produsen saat konsumen mau membeli makanan.

“Tujuannya kita ingin menginfluence konsumen supaya bertanya ‘Ini udah halal belom ya?’ nah, dari situ pasti produsen berpikir ada hal yang harus dibenahi dari sisi halal, kita mau produsen sadar dari perilaku konsumen untuk memberikan produk atau makanan yang halal,” pungkas chef Herman. (nat/foto:nat)

 

 

 


Back to Top