Masjid Raya Sriwedari Solo Akan Mulai Digarap Februari 2018

gomuslim.co.id- Awal pembangunan Masjid Raya Sriwedari, Solo, Jawa Tengah dijadwalkan mulai pada Februari mendatang. Ketua Umum panitia pembangunan Masjid Raya Sriwedari yang juga Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo mengatakan saat ini, pihaknya terus melakukan pengumpulan dana untuk kebutuhan pembangunan masjid terbesar di Solo.
 
Selain itu, panitia pembangunan masjid Raya Sriwedari juga memperoleh dana bantuan dari tiga perusahaan BUMN dengan total Rp 80 miliar. 
 
"Iya untuk pembangunan masjid raya ini kami juga memperoleh bantuan dari perusahan-perusahaan BUMN, kami membuka untuk membantu pembangunan masjid ini," ujar Purnomo. 
 
Adapun pembangunan Masjid Raya Sriwedari diperkirakan menelan dana sebesar Rp 151,9 miliar. Meski demikian, lanjut Purnomo, dana yang berada di rekening panita pembangunan Masjid Raya Sriwedari sudah mencukupi.
 
Saat ini dana pembangunan masjid Sriwedari yang terlumpul mencapai Rp 160 miliar. Meski demikian, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi warga Solo yang ingin menyalurkan donasinya untuk pembangunan masjid Sriwedari.
 
Karena terdapat bagian masjid yang desainnya akan dirubah lebih megah.  Yakni pada bagian menara yang semula direncanakan bakal dibangun dengan tinggi 99 meter menjadi 114 meter. 
 
“Terlebih besarnya antusiasme warga untuk turut serta dalam menyukseskan pembangunan Masjid Raya Sriwedari.  Pada 5 Februari kita mulai peletakan batu pertama. Semoga semuanya berjalan lancar," pungkas Purnomo.
 
Di pihak lain, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan Masjid Raya Sriwedari menjadi masjid termegah di Solo. Sebab, masjid tersebut bakal dibangun dilahan seluas 17 ribu meter persegi.
 
Masjid akan dilengkapi lima menara yang dapat diakses warga menggunakan lift untuk menikmati pemandangan kota Solo dari ketinggian. Sedangkan, halaman masjid remcananya akan dibuat seindah mungkin untuk dijadikan ruang terbuka hijau. Pemkot Solo menggunakan desain jawa klasik untuk Masjid Raya Sriwedari.
 
 “Pemkot menata semuanya, nanti setelah masjidnya kita juga tata kawasan lainnya seperti wayang orang, buku-buku bekas dan lainnya," ujarnya. (nat/dbs/foto:alwib)
 
 

Back to Top