Program Kapal Kemanusiaan ACT Bangkitkan Ekonomi Petani Blora

gomuslim.co.id- Program Kapal Kemanusiaan yang digelar Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan manfaat yang sangat besar. Tidak hanya membantu umat yang ada di Afrika, Rohingya maupun Palestina. Tetapi juga turut dirasakan berkah dan manfaatnya oleh para petani di Blora, Jawa Tengah.

Mereka yang tergabung dalam Program Lumbung Pangan Masyarakat (LPM), maupun mitra petani binaan di Kabupaten Blora dan wilayah lainnya, merasakan manfaat di tengah persiapan pengumpulan beras untuk Kapal Kemanusiaan untuk Palestina (KKP).

Berpusat di Kecamatan Cepu, Blora, beras KKP akan diberangkatkan menuju Terminal Petikemas Surabaya, pada Rabu (21/2). Beras akan diangkut melalui kontainer menggunakan truk besar dari gudang LPM di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Perhelatan pengumpulan beras yang dilakukan Tim KKP bersama LPM-ACT, mendongkrak ekonomi para petani di Kabupaten Blora dan sekitarnya. Karena sebelum ada LPM dan Program Kapal Kemanusiaan, para petani menjual gabahnya ke para tengkulak dengan harga yang murah. Namun, dengan adanya LPM, petani dapat mejual harga gabah dengan harga yang tinggi.

“Mitra kami para petani yang merupakan binaan kami, sangat diuntungkan dengan adanya LPM ini. Mereka tidak lagi menjual hasil berasnya ke tengkulak karena tengkulak memberikan harganya rendah. Selain itu, dengan adanya LPM dan program Kapal Kemanusiaan ini, ACT dapat membantu warga desa memberantas kemiskinan. Seluruh warga desa yang menganggur atau yang kerjanya serabutan dilibatkan bekerja di LPM. Sehingga, ACT mampu menyerap tenaga kerja,” terangnya.

Pernyataan Harun ini diakui oleh Said (34), salah seorang petani dari Desa Jibung, Kecamatan Kedungkuban, Kabupaten Blora. Menurutnya, setelah ada LPM dan Program Kapal Kemanusiaan dari ACT, dirinya bersama petani lainnya sangat diuntungkan dengan menjual hasil panennya ke LPM, dengan harga yang tinggi. Sehingga, hal itu menguntungkan dirinya bersama para petani lainnya.                   

“Alhamdulillah, dengan adanya ACT melalui Lumbung Pangan Masyarakat, saya bersama petani lainnya secara ekonomi terangkat. Peran ACT terus terang sangat membantu kami,” ungkapnya penuh rasa syukur. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Lamiran (34), relawan ACT yang bekerja di Lumbung Ternak Masyarakat dan Lumbung Pangan Masyarakat, yang dulunya pengangguran. Kini dengan adanya ACT, dirinya bersama rekan-rekannya yang bernasib sama sudah bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya. Ia pun merasa bangga karena aktivitas bekerjanya, yang ternyata bisa membantu saudara sesamanya di Indonesia dan di pelosok dunia.         

“Saya semakin bangga bekerja dengan ACT, semakin banyak kegiatan kemanusiaan membantu sesama terutama umat Islam. Saat ini kami bekerja membantu mengumpulkan beras untuk saudara kami di Palestina, yang mengalami penderitaan karena dijajah Israel,” tuturnya dengan bangga.  

Lamiran mengungkapkan rasa salutnya terhadap ACT tidak hanya membantu korban di Indonesia saja tapi juga di pelosok dunia. Selain mampu menyerap tenaga kerja masyarakat Blora, ACT juga mampu menggugah masyarakat Blora untuk selalu peduli terhadap sesama.

Program percontohan Desa Wakaf

Rencananya pada proses pemberangkatan beras Kapal KKP dari Blora ke Terminal Petikemas Surabaya, ACT akan meluncurkan Program Desa Wakaf. Program tersebut merupakan sebuah program membangun kesejahteraan umum bagi semua masyarakat desa berbasis aset wakaf, yang dikelola oleh Lembaga Keswadayaan Wakaf Desa (LKWD). Beberapa desa di Kabupaten Blora akan dijadikan percontohan dalam program ini.  

Menurut Insan Nurrahman selaku Vice Presiden ACT, ada tujuan strategis yang ingin dicapai dalam program ini, yaitu membangun desa berorientasi wakaf dan menjadikan warga desa tidak hanya menjadi objek namun juga sebagai subjek pembangunan.

“Program Desa Wakaf bisa membuka akses distribusi pangan dan modal serta meningkatkan peluang usaha investasi sosial berbasis wakaf. Juga bisa meningkatkan dan memajukan perekonomian desa dengan industri-industri desa berbasis wakaf. Selain itu juga insya Allah mampu mengatasi ketimpangan dan kesenjangan pembangunan dan mengurangi laju urbanisasi. Dan yang paling terpenting, mampu mengatasi kemiskinan dan mengawasi kemungkinan dampaknya,” pungkasnya. (njs/act)


Back to Top