Mengenal Tujuh Tahapan Percetakan Alquran di UPQ Bogor

gomuslim.co.id- Kementerian Agama melalui lembaga Percetakan Alquran (LPQ) yang kini berubah menjadi Unit Percetakan Alquran (UPQ) telah mencetak ratusan ribu mushaf Alquran dan semua dibagikan kepada masyarakat secara grtais. Selain mushaf, ada pula Alquran terjemahan dan Juz Amma.

Meski keberadaannya sangat popular di masyarkaat, proses pembuatan dan percetakan kitab suci ini tidak banyak yang tahu. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dan mendapat persetujuan dari para pemegang quality control (QC), yang dikenal dengan tujuh tahapan wajib.

Kepala produksi UPQ, Endang mengatakan sedikitnya ada tujuh tahapan dalam proses produksi mushaf Alquran di UPQ Ciawi Bogor. Proses kontrol yang berulang dilakukan untuk meminimalisir kesalahan cetak. Dalam proses pencetakan juga melibatkan para hafidz (penghapal Alquran). Berikut tahapannya;

Pertama, tahapan awal adalah melakukan pengecekan materi untuk kemudian dibuat  dami (contoh fisik).

Kedua, dami atau contoh materi Alquran diserahkan ke Lajnah Pentashih. Lajnah pentashih ini berisikan para hafiz dan ahli di bidang bahasa. Pada tahap ini, semua materi di chek secara detile.

Ketiga, selesai dari Lanjah Pentashih, materi kembali diperiksa oleh para hafiz dari tim UPQ, tim ini adalah berbeda dari yang ada di Lajnah Pentashih.

Keempat, pada tahap ini materi dami dipindahkan ke dalam komputer dan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kelima, tahapan selanjutnya adalah mengubah materi ke dalam bentuk filem atau plat. filem atau plat inilah yang akan menjadi media untuk memproduksi secara masal melalui mesin modern percetakan yang dimiliki UPQ.

Keenam, pada tahap ini lembaran kertas pasca cetak dilakukan penggabungan antar juz (komplit), dan kemudian dijahit lalu dilakukan pengecekan ulang. Tahapan ini menjadi titik krusial karena dilihat perhalaman, termasuk penegcekan kemungkinan ada tinta yang menetes tidak pada tempatnya. Jika ada mushaf yang terdapat kesalahan maka akan dilakukan perbaikan. Di tahap ini, hasil QC ditandai dengan stempel khusus.

Ketujuh, ini adalah tahapan terakhir dari seluruh proses. Di tahap ini ada pula tim khusus yang terdiri dari para hafiz yang melakukan pengecekan secara menyeluruh setelah mushaf disatukan dengan cover. Proses terakhir ini juga ditandai dengan pembubuhan stempel khusus.  

 Selain itu, di luar tujuh tahapan tersebut sejatinya masih ada beberapa tahapan meski tidak mempengaruhi isi dari mushaf Alquran. Selain 10 ASN, ada sekitar 40 tenaga honorer dan 36 tenaga musiman yang membantu proses produksi, mulai dari bagian pemotongan, pengeleman, pemasangan aksesoris hingga wraping (membungkus) ke dalam kardus.(fau/bimasislam/dbs/foto: antara)


Back to Top