Begini Pesatnya Perkembangan Islam di Ukraina Pasca Merdeka

gomuslim.co.id- Populasi muslim di Eropa terus berkembang di sejumlah negara. Salah satunya di negara Ukraina. Tercatat, dari total penduduk sebanyak 47,5 juta jiwa, sekitar dua jutanya merupakan Muslim.  

Pemerintah Ukraina sendiri memberikan kebebasan beragama bagi warganya, termasuk terhadap muslim. Hal ini pun menjadi hal positif bagi Muslim yang masih minoritas karena dapat leluasa menjalankan ibadah, merayakan hari raya, serta kegiatan agama lain.

Seiring berkembangnya Islam di sana, jumlah masjid pun semakin banyak berdiri. Ukraina memiliki lebih dari 200 masjid dan 20 Islamic centre. Salah satu masjid terbesarnya yakni Masjid ar-Rahma yang mulai dibangun pada 1994 di Kiev yang mampu menampung sekitar tiga ribu jamaah.

Shekh Ahmad Tamim selaku Mufti Ukraina mengatakan pemeluk Islam di negaranya terbagi atas 300 komunitas. Sebagian besar muslim Ukraina tinggal di kawasan Krimea. "Kota terbesar Ukraina, yakni Kiev dan dan Donetsk, juga memiliki pusat kegiatan Islam. Beberapa surat kabar Muslim juga diterbitkan di sana," ujarnya seperti dilansir dari publikasi BBC, Senin (12/02/2018).

Baru-baru ini, Muslim Ukraina menyelenggarakan pameran peninggalan peradaban Islam. Perjalanan sejarah Muslim yang cukup panjang di Ukraina ditampilkan pada pameran yang dihelat dalam rangka Maulid Nabi tersebut. Pameran ini juga digelar untuk merayakan pembangunan masjid pertama di Kiev, ar-Rahma.

Selain maulid, muslim Ukraina juga merayakan Isra Mi'raj. Mereka berkumpul dan makan-makan bersama untuk memperingati perjalanan Rasul ke langit ketujuh tersebut.

Dipimpin oleh sang mufti, Muslimin mendengar kajian keislaman terkait hikmah Isra Mi'raj di Masjid ar-Rahma, Kiev. Mereka juga dihibur dengan nasyid.  Saat itu, para pria berkopiah maupun Muslimah berjilbab memenuhi halaman masjid.

Selain Maulid dan Isra Mi'raj, Muslimin Ukraina juga merayakan dan menyambut hangat bulan Ramadhan. Begitu pula Idul Fitri dan Idul Adha. Selama bulan suci Ramadhan, banyak sekali kegiatan yang dihelat organisasi Muslim Ukraina.

Kajian Alquran dan Hadis giat dilaksanakan Muslimin dewasa maupun remaja. Sementara, anak-anak mengikuti semacam pesantren kilat. Buka puasa gratis juga disediakan sebulan penuh, terutama bagi para fakir miskin dan yatim piatu.

Direktur Radwan Center, sebuah lembaga hafiz Alquran di Ukraina, Seran Arifof, menuturkan, Ramadhan menjadi momen bagi Muslimin Ukraina untuk mempelajari agama lebih mendalam dan beribadah lebih giat. Anak-anak pun lebih giat menghafal Kitabullah.

"Ramadhan membawa kebahagiaan tersendiri bagi Muslim Ukraina. Selama bulan Ramadhan, Muslimin lebih aktif mengikuti program-program dakwah, bersedekah, dan tentu saja membayar zakat. Jumlah anak-anak yang menghafal Alquran pun meningkat," ujarnya.

Dakwah Islam pun lebih semangat saat bulan Ramadhan. Tak sedikit  mualaf yang bersyahadat saat Ramadhan. "Kami melakukan usaha keras untuk memberikan pendidikan bagi Muslim dan non-Muslim tentang Ramadhan. Sungguh luar biasa setelah non-Muslim menerima brosur tentang Islam dan Ramadhan yang kami sebarkan, banyak di antara mereka yang memeluk Islam pada bulan Ramadhan," ujar Ketua Federasi Organisasi-organisasi Sosial (Arraid) Ukraina, Ismail al-Kadi.

Selain itu, komunitas Muslim juga tumbuh pesat di negeri ini. Pemerintah Ukraina memberikan kebebasan, bahkan mendukung kegiatan komunitas Muslim. Dibandingkan negara lain di Eropa Timur, organisasi Muslim Ukrainalah yang paling pesat perkembangannya. Bahkan, ada organisasi Muslim Ukraina yang telah bergerak di ranah Eropa, yakni Direktorat Spiritual Muslim Ukraina. Organisasi ini telah menjalin kerja sama dengan Federasi Organisasi Islam Eropa (FIOE).

Kepala Direktorat Spiritual Muslim Ukraina, Mufti Said Ismagilov mengatakan bahwa ia bersama muslim lain percaya bahwa adopsi Charta Muslim Eropa dapat meningkatkan aktivitas mereka di antara negara-negara Eropa. Meski tak semuanya resmi, tercatat ada 391 komunitas Muslim di Ukraina. (njs/bbc/dbs/fotoälarab)

 


Back to Top