Dukung Pengembangan UMKM, Mandiri Syariah Luncurkan Program Kampung Pala

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Tanah Air bertekad untuk terus mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya seperti Bank Mandiri Syariah yang siap mengucurkan pembiayaan kepada UMKM.

Menurut Direktur Risk and Compliance Mandiri Syariah, Putu Rahwidhiyasa, pihaknya akan tetap pada segmen ritel ini sebagai salah satu fokus bisnis. Menurutnya, segmen UMKM ini mendapat porsi besar dengan kualitas pembiayaan yang terjaga dibandingkan korporasi.

“Porsi UMKM di Mandiri Syariah hampir 60 persen dan UKM selalu jadi segmen penting bagi kami. Setelah UMKM tersebut bankable, itu saatnya kami ambil peran dengan menyediakan kebutuhan finansialnya agar skala bisnisnya dapat terus meningkat,” ujarnya, Selasa (13/02/2018).

Ia menjelaskan, untuk manajemen risiko UMKM, pendampingan dan pengawasan jadi bagian yang penting. Bila UMKM diawasi dalam rentang waktu tertentu, usaha mereka diharapkan berjalan sesuai rencana. “Dengan pendampingan dan pengawasan, risiko dapat ditekan,” katanya.

Program Kampung Pala oleh UMKM mitra Laznas BSM Umat di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor menjadi salah satu buktinya. Dengan Palaboo ini, Mandiri Syariah dan Laznas BSM Umat berharap bisa mengembalikan Bogor sebagai kota penghasil pala.

Pola pengembangan yang dilakukan adalah adalah donasi 3.000 batang tanaman pala untuk tahap awal dari Mandiri Syariah. Laznas BSM Umat akan mendampingi Palaboo sampai tanaman pala mulai berbuah sekitar tiga atau empat tahun ke depan.

Pola itu agak berbeda bagi nasabah Mandiri Syariah. Karena skala bisnisnya sudah mulai besar, mereka sudah bisa mengawasi diri sendiri sehingga pendampingan Mandiri Syariah tidak seintensif yang Laznas BSM Umat lakukan. Kualitas pembiayaan UMKM juga sangat membaik dalam beberapa tahun ini. NPF segmen ini berada di bawah tiga persen secara bruto. “NPF nettonya bisa lebih kecil,” ungkapnya.

Adapun terkait pengelolaan biaya bisnis pembiayaan UMKM, Putu mengatakan Mandiri Syariah menggunakan praktik terbaik yang ada sehingga hampir sama dengan yang ada di industri. Ini berbeda dengan Laznas BSM Umat yang mendampingi intensif UMKM binaannya.

Saat ada UMKM potensial belum mampu menjadi nasabah, Mandiri Syariah akan bantu mengembangkan melalui pembinaan dan bantuan Laznas BSM Umat. Alokasi dana untuk program semacam ini didapat dari zakat, infak, sedekah atau dari dana sosial Mandiri Syariah untuk kemitraan.

“UMKM mitra Laznas BSM ini didampingi dan dibekali sampai cukup mampu untuk mengakses bank dan akan masuk komunitas nasabah BSM,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur CV Loji Laju Inovasi (Palaboo), Wiwik Puntorini mengatakan, sejak mulai berproduksi sejak 2010, usaha Palabo tertatih-tatih. Namun saat ini, posisi pasar Palaboo makin bagus. Dengan kandungan zat yang memberi efek relaksasi, minuman sari pala Palaboo diharapkan jadi pengganti yang lebih alami obat insomnia.

“Kami berterima kasih atas dukungan Mandiri Syariah dan Laznas BSM Umat. Sebagai produsen minuman sari pala yang mengusung brand PalaBoo, CV Loji membutuhkan pala sebagai bahan baku utama produk. Pendampingan baik melalui pelatihan dan monitoring yang dilakukan Laznas membuat kami lebih percaya diri dalam menjalankan usaha agar lebih baik lagi,” katanya. (njs/dbs/foto:financial)

 


Back to Top