‘Merekam Leuser di Jalur Khansa', Film Dokumenter Kisah Pendaki Cilik Berhijab

gomuslim.co.id- Tiga tahun belakangan euforia mendaki gunung ramai diperbincangkan di kalangan anak muda. Banyak yang terinspirasi dengan kisah perjalanan orang lain saat mendaki gunung. Hal ini juga dirasakan oleh gadis cilik 11 tahun Khansa Syahlaa. Ia merupakan pendaki cilik seven summits di Indonesia, dan menjadi pendaki termuda yang pernah menaklukkan gunung Leuser yang terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Khansa mengaku awal pertama ia naik gunung karena terinspirasi dari ayahnya yang juga seorang pendaki.

“Dari kecil aku emang suka naik gunung sama ayah dan bunda. Aku liat ayah naik gunung kayaknya enak dan pemandangannya bagus. Dari situ aku mulai suka naik gunung ditemenin ayah juga,” tutur Khansa saat ditemui gomuslim dalam pemutaran film dokumenternya berjudul  ‘Merekam Leuser di Jalur Khansa’ di Jag’s Kitchen, Jakarta Selatan, Kamis (15/02/2018).

Meski masih terbilang di bawah umur, tidak tanggung-tanggung sampai saat ini sudah ada 20 gunung yang ia taklukkan, dan yang terakhir ia daki adalah puncak Leuser.

Perjalanan Khansa diabadikan dalam sebuah film dokumenter, dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana Khansa melewati perjalanan panjang yang memakan waktu 10 hari untuk menggapai Leuser.

“Ini salah satu gunung yang perjalanannya cukup panjang, bener-bener keren banget Subhanallah dan aku menemukan banyak keunikan tumbuhan di sini. Salah satunya hutan lumut dan banyak kantung semar,” ujar Khansa.

Jalur pendakian cukup terjal dan sulit ditembus karena menurut Mr. Jally salah satu tokoh pendaki Leuser asli Gayo, Aceh. Gunung Leuser memang gunung yang jarang didaki. Jalur pendakian cepat ditumbuhi pepohonan, semak dan ilalang sehingga masih sangat alami dan rimba.

Meski harus melalui banyak tantangan untuk melewati track, Khansa tetap bersemangat dan tak jarang dalam videonya ia berbagi informasi seputar perjalanan menuju puncak Leuser bak presenter Jejak Petualang.

“Aku paling suka di pos Lapangan Bola karena luas banget banyak hutan lumut, di satu pohon ada bekas cakaran harimau,” kata Khansa.

Hal yang menarik lainnya adalah jalur yang dilalui Khansa saat menggapai puncak Leuser, Mr. Jally menamainya sebagai Jalur Khansa, karena ia berhasil menjadi pendaki termuda yang menaklukkan puncak Leuser. Jalur ini dapat ditempuh lebih cepat empat hari dari jalur yang biasanya.

“Kalau biasanya pendaki memakan waktu 14 hari pulang pergi, Jalur Khansa cukup 10 hari. Kami memang potong kompas, jalurnya bener-bener alami, dan bikin pendaki sembah sungkem sama alam, karena kita harus merunduk untuk melewati pohon,” tutur Aulia Ibnu, ayah Khansa.

Dia juga menambahkan Jalur Khansa bisa menjadi alternatif jalur untuk para pendaki yang pekerja kantoran. “Jalur ini bisa menghemat waktu dan lebih cepat sampai,” pungkas Aulia.

Walaupun menggunakan hijab saat mendaki, Khansa tidak pernah mengeluh kepanasan, bahkan ia mengaku dengan hijab yang dikenakannya memberikan kehangatan saat udara gunung dingin.

“Aku selalu nyaman pakai hijab dan aku suka,” katanya.

Di akhir wawancara Khansa berpesan kepada semua pendaki yang ingin mendaki Leuser agar tetap berperilaku sopan dengan alam.

“Pesan Khansa untuk kaka-kaka yang mau naik Leuser, tetep jaga hutannya ya, nggak boleh buang sampah sembarangan, dan patuhi segala peraturan di setiap gunung sebelum memulai pendakian,” pesan Khansa. (nat/foto:nat)

 


Back to Top