Menag: Agama Jadi Pemersatu Hadapi Tantangan Global Bangsa Indonesia

gomuslim.co.id- Agama mempunyai peran yang semakin penting dalam menghadapi beragam persoalan. Agama hadir sebagai pengikat dan pemersatu dalam menghadapi tantangan global terhadap rasa kebangsaan.

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat Temu Tokoh Lintas Agama se Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) beserta Pimpinan Pesantren dan Ormas Keagamaan di Kolaka, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia patut bersyukur karena kemajemukan yang luar biasa selama ini diikat dengan rasa kebangsaan yang kuat.

“Namun, saya mengingatkan bahwa rasa kebangsaan saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi. Sekarang kita hidup di era global dan menjadi warga dunia. Nilai kebangsaan menghadapi tantangan sendiri di era mendatang," ujarnya.

Ia menambahkan, di era global, posisi agama menjadi semakin penting sebagai faktor pemersatu. Apalagi, realitas kehidupan masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan dari nilai agama.

"Di sinilah pentingnya tokoh agama. Bagaimana umat memahami dan mengamalkan ajaran agama sehingga agama menjadi pemersatu dan mendorong  terwujudnya kehidupan yang sejahtera, damai, aman, dan sentosa. Kita perlu menyadarkan umat agar jangan sampai agama dibajak dan diperalat kalangan tertentu untuk kepentingan pragmatis mereka," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menag mengajak tokoh agama untuk membina umat agar mengedepankan sisi dalam (esoteris) dan substansi agama dalam konteks ber-Indonesia. Dengan demikian, akan banyak dijumpai titik temu yang memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kiprah tokoh agama yang terus membina umat sehingga kerukunan umat beragama di Sultra terus terjaga. Menag juga menyampaikan terimakasih kepada Pemprov dan DPRD Kab/Kota atas dukungan dan upayanya dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Plt Gubernur Sultra Saleh Lasatta, Ketua DPRD Parmin Rasyid, dan Pjs. Bupati Kolaka Ahmad Syafi'i. Hadir juga, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Karo Humas, Data, dan Informasi Mastuki, serta Sesmen Khoirul Huda. (njs/kemenag)

 


Back to Top