Ini Tanggapan MUI Terkait Mahasiswi Bercadar di Kampus

gomuslim.co.id- Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara mengenai pelarangan penggunaan cadar bagi mahasiswi yang diterapkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

MUI meminta kepada pihak UIN untuk mengkaji ulang soal larangan pemakaian cadar di kampus tersebut. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral MUI, Anwar Abbas menilai kekhawatiran pihak kampus atas munculnya paham radikal di kalangan mahasiswi bercadar tidak beralasan.

"Saya bingung juga kenapa orang bercadar dikaitkan dengan terorisme, ini kan kasusnya di UIN Jogja. Saya rasa orang bercadar itu akan tersinggung," ujar Anwar, Rabu (07/03/2018).

Kata Anwar, tak semua mahasiswi bercadar menganut paham radikal. "Misalkan saya bercadar dan saya anti terorisme terus saya dihubungkan dengan terorisme, saya kan tersinggung," tutur dia.

Adanya aturan dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi yakni UUD 1945. Disebutkan, negara menjamin kemerdekaan bagi tiap penduduk untuk menganut dan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Rektor UIN Kalijaga Yoyakarta menyatakan pemakaian cadar itu menimbulkan mudarat karenanya melarang sesuatu yang secara hukum Islam mubah.

"Makanya bagi saya pernyataan rektor itu debatable, menurut dia logikanya benar, tapi kalau diuji itu bisa kesulitan menjawab," ungkapnya.

Bahkan, Anwar mengaku bingung terkait kebijakan kampus tersebut yang melarang mahasiswanya menggunakan cadar. Dasar dari dikeluarkannya kebijakan tersebut juga patut dipertanyakan.

"Jadi ada orang yang sangat cantik pakai cadar, alasannya karena dia nyaman dan tidak diganggu oleh orang. Jadi kalau begitu cadar itu maslahat daripada tidak pake cadar, dia yang pakai cadar selamat tidak diganggu. Laki-laki yang melihatnya juga tidak nafsu, kan selamat juga dia," pungkasnya. (nat/dbs/foto:republika)

 


Back to Top