Jaga Iklim Akademik Kondusif, Rektor UIN Sunan Kalijaga Cabut Larangan Mahasiswi Bercadar

gomuslim.co.id- Polemik larangan bercadar bagi mahasiswi di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menuai pandangan beragam. Namun, baru-baru ini pimpinan kampus secara resmi telah mencabut kebijakan pelarangan tersebut agar situasi akademik tetap kondusif.

Pembatalan pelarangan mahasiswi menggunakan cadar ini tertuang dalam Surat Keputusan UIN Sunan Kalijaga Nomor B-1679/Un02/R/AK.00.3/03/03/2018 tertanggal 10 Maret 2018 dan ditandatangani Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Yudian Wahyudi. Foto surat keputusan pembatalan ini beredar luas di jejaring media sosial.

Surat berisi lima baris dalam dua paragraf itu sekaligus membatalkan Surat Rektor Nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/03/2018 tentang pembinaan mahasiswi bercadar. Keputusan ini diambil sesuai dengan rapat koordinasi universitas (RKU) di jajaran UIN Sunan Kalijaga.

Yudian mengatakan keputusan mencabut itu sebagai bentuk konsistensi UIN Sunan Kalijaga dalam menampung aspirasi berbagai masyarakat luas. Pasca penerbitan surat pembinaan bagi mahasiswi bercadar itu, timbul pro kontra yang berkepanjangan.

Alumnus McGill University ini mengatakan, setelah semua jajaran pimpinan mencapai kesepakatan, ia pun membubuhkan tanda tangan tanpa ada keraguan. “Ya kemarin sore persis setelah disepakati, kemudian saya tandatangani dan rakor ditutup,” ujarnya.

Humas UIN Sunan Kalijaga, Habib membenarkan bahwa Rektor UIN Sunan Kalijaga telah mencabut surat keputusan sebelumnya. “Ya memang begitu keputusannya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat mendesak agar Rektor UIN Yogyakarta mengevaluasi kebijakan larangan mahasiswi bercadar. Hal tersebut juga menjadi perhatian Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Sultan, secara hukum tidak boleh ada pelarangan bagi orang lain menjalankan kepercayaan yang dianutnya. “Sepengertian saya kebijakan UIN tidak melarang namun hanya membentuk tim melakukan pendataan dan membangun dialog dengan mereka yang bercadar,” kata Sultan.

Ketua MPR, Zulkifli Hasan pun turut berkomentar tentang persoalan ini. Menurutnya, penggunaan cadar adalah hak asasi manusia dan seharusnya rektorat melarang orang yang menggunakan pakaian dalam dan LGBT.

"Yang dilarang itu yang pakai cangcut, LGBT. Keyakinan itu kan hak asasi orang masing-masing. Di Eropa saja boleh kok, hak asasi orang itu," kata dia. (njs/dbs/foto:moslemtoday)


Back to Top