Ini Alasan di Balik Penambahan Biaya Haji untuk Jemaah Indonesia

gomuslim.co.id- Biaya Penyelenggaraa Ibadah Haji (BPIH) 2018 resmi dirilis oleh Pemerintah dan DPR. Selain menaikkan biaya haji, Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII BPIH dan Panja BPIH Kementerian Agama juga menyepakati peningkatan pelayanan terhadap jemaah haji, diantaranya meningkatnya jumlah makan jemaah haji di Makkah menjadi 40 kali.

Ketua Panitia Kerja (Panja) BPIH Noor Achmad menyebut peningkatan jumlah makan lebih dari ahun 2017 lalu. Kini jatah makan di Makkah sebanyak 25 kali dan di Madinah tetap 18 kali.  

Selain itu, Panja BPIH juga menyepakati penambahan petugas haji menjadi 4.100 orang sesuai dengan peningkatan kuota haji. Noor juga menyampaikan sistem pemondokan di Madinah menggunakan sistem satu musim penuh.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menerapkan sistem blocking time atau sesuai dengan kedatangan jemaah," kata dia.

Tak hanya jumlah jatah makan, lama waktu tinggal jemaah di Arab Saudi bertambah 2 hari. “Dari 39 hari menjadi 41 hari,” tukas Noor.

Peningkatan kualitas dan kuantitas tenda dan toilet di Mina juga disepakati dalam pembahasan Panja BPIH yang dilakukan sejak Januari 2018. Adapula peningkatan kualitas koper, tas kabin dan batik bagi jamaah juga menjadi perhatian serius Panja BPIH.

"Kami juga meningkatkan pelayanan bus masyair, bus menuju Armina, peningkatan kualitas pelayanan transportasi antarkota perhajian dan layanan transportasi bus shalawat dengan penyesuaian rasio rata-rata 450 orang per bus," paparnya.

Pemerintah menyepakati besaran BPIH 2018 adalah sebesar Rp 35.235.602 per jamaah. Biaya tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,99 persen atau sekitar Rp 345.290. (nat/dbs/foto:tetitah)


Back to Top