Pemerintah Arab Saudi Resmi Izinkan Terima Turis Wisatawan pada April 2018

gomuslim.co.id- Arab Saudi yang terkenal dengan tatanan konservatif, kini terus membuka diri dan mendukung sektor pariwisata. Bahkan, mulai 1 April mendatang, Kerajaan Arab Saudi akan mulai mengeluarkan visa turis untuk pertama kalinya sejak muncul larangan pariwisata pada tahun 2010.

Semua pengunjung, termasuk peziarah, hingga pihak kerajaan harus mendapatkan visa untuk memasuki negara tersebut. Adapun izin dalam bentuk elektronik cenderung membuat proses menjadi lebih sederhana bagi para pelancong.

Putra Mahkota Mohammad bin Salman adalah sosok yang ingin mengubah ekonomi negara tersebut dari ketergantungan pada minyak, adalah kekuatan pendorong di balik komitmen baru terhadap industri pariwisata dan hiburan tersebut.

Keputusan sang Pangeran ini didukung oleh anggota House of Saud, termasuk Pangeran Sultan bin Salman, Kepala Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTH).

“(Arab Saudi) terbuka untuk orang-orang yang melakukan bisnis, untuk orang-orang yang bekerja di Arab Saudi, berinvestasi di Arab Saudi, dan orang-orang yang berkunjung untuk tujuan khusus. Dan sekarang akan terbuka untuk pariwisata lagi atas dasar yang terbatas,” ujar Pangeran Sultan.

Sementara, dasar yang terbatas yang dimaksud yakni ada keterbatasan ketersediaan visa untuk turis perempuan. Pelancong solo perempuan berusia di atas 25 tahun akan bisa mendapatkan visa turis selama 30 hari. Namun, mereka yang berusia di bawah 25 tahun harus didampingi anggota keluarga lainnya.

Tak ingin ketinggalan dengan negara tetangganya, yakni Dubai dan Bahrain yang sukses di industri pariwisata, Pangeran Mohammad bin Salman pun telah menyusun rencana ambisius untuk menarik 30 juta pengunjung pada 2030.

Seperti yang dilansir dari publikasi Telegraph, “Visi 2030 ” yang dicanangkan Arab Saudi antara lain mencakup pengembangan Laut Merah, yang dijadwalkan dimulai pada akhir 2019, dengan tahap pertama akan selesai pada akhir 2022.

Dikatakan kerajaan, rencana ini juga akan mencakup pengembangan hotel dan unit hunian mewah, serta semua infrastruktur logistik, termasuk hub udara, darat, dan laut.

Sebanyak 50 pulau yang sedang dikembangkan di pesisir akan berubah menjadi resor mewah. Dana investasi publik Arab Saudi menggambarkan proyek tersebut sebagai tujuan resor mewah yang indah yang didirikan di 50 pulau alami yang tak tersentuh.

Menurut rencana, tujuan wisata ini akan diatur oleh undang-undang yang setara dengan standar internasional, yang berarti kaum hawa diperbolehkan mengenakan bikini.

Di sisi lain, para pelancong menilai ada beberapa hambatan utama lainnya bagi wisatawan yang liburan di Arab Saudi, yakni peraturan ketat yang tetap berlaku untuk mengatur perempuan, agama (Islam) dan pakaian, serta larangan total alkohol.

Ada juga kekhawatiran internasional mengenai catatan hak asasi manusia Kerajaan Arab Saudi. Berdasarkan data tahun 2016, sebanyak 18 juta orang berkunjung ke negara kaya minyak ini. (nat/telegraph/dbs/foto:idntimes)

 


Back to Top