Tingkatkan Mutu Pendidik, Kemenag Siap Kirim 50 Guru Madrasah Vokasi ke Malaysia dan Singapura

gomuslim.co.id- Kementerian Agama akan mengirimkan guru Madrasah Vokasi ke Malaysia dan Singapura. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno mengatakan, sebagai tahap awal, pihaknya akan dikirim 50 guru dan tenaga kependidikan madrasah. "Sebelum berangkat, para guru akan ditraining singkat tentang penguatan mental dan kedisiplinan. Ini sekaligus sebagai upaya nyata "hijrah mental" dari bentuk Program Penguatan Karakter bagi guru,"  ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Yayasan Tazakka Al-Bantani, Fahmi Bagus Mahesa, didampingi Consultant Germany Christian Hanish di kantor Kemenag, Jakarta.  Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini menuturkan bahwa kompetensi guru pada madrasah kejuruan masih sangat kurang terutama dalam keahlian tertentu. Untuk itu, pihaknya menjadikan peningkatan mutu guru sebagai salah satu  program prioritas.

Ia berharap dengan pertemuan ini, bisa menjadi langkah baik dalam peningkatan mutu pendidik madrasah menjadi lebih baik dan bermartabat. "Fokus pertemuan ini adalah kerjasama dalam peningkatan mutu bagi pendidik dalam bidang kejuruan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Yayasan Tazakka Fahmi Bagus Mahesa, menjelaskan bahwa kerjasama ini berbentuk kursus dengan perguruan tinggi di luar negeri yang sudah menjadi mitra Tazakka, di antaranya Institute Kemahiran Industri Malaka (IKIM) Malaysia dan Singapura, bahkan juga di Jerman.

"Rencananya bidang vokasi yang akan dikerjasamakan adalah meliputi bidang industri, yaitu: perkapalan, teknik elektro, kelistrikan, dan managemen logistik," ungkapnya.

Menurut Fahmi, sasaran dalam kerjasama ini adalah guru dan tenaga kependidikan pada jenjang Madrasah Aliyah Vokasi sebagai jembatan untuk menciptakan anak didik kreatif sehingga dapat mengurangi pengangguran pasca lulus sekolah. (njs/kemenag/foto:netralnews)


Back to Top