Benin dan Suriname Minta Bantuan Indonesia untuk Bangun Bank Syariah

gomuslim.co.id- Perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia yang cukup pesat mendapat sorotan dari sejumlah negara. Bahkan, baru-baru ini ada dua negara yang meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk membangun bank syariah di sana. Kedua negara tersebut yaitu Benin, negara di Afrika Barat, dan Suriname.

Pengajuan tawaran ini disampaikan langsung Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Pungky Sumadi. Ia menyebut dua negara tersebut berminat untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia terkait pendirian bank syariah.

“Kalau Suriname memang salah satu alasannya adalah karena di negara itu penduduknya banyak suku Jawa. Atas dasar histori tersebut mereka ingin ada kerja sama dengan Indonesia. Bentuk kontribusi sedang dirancang, apakah memberi bantuan teknis atau memperbaiki sistem hukum syariah di sana," ujarnya. 

Ia menjelaskan pilihan kontribusi lain terkait tawaran ini adalah dengan berinvestasi langsung ke negara-negara tersebut. Hanya saja, opsi itu masih terkendala regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membatasi wilayah ekpansi bank syariah nasional hanya di kawasan Asia

“Karena itu, kami masih menjalin komunikasi dengan OJK terkait kemungkinan regulasi itu agar direvisi,” katanya.

Di sisi lain, Pungky menyebutkan bahwa pemerintah saat ini sedang mengkaji pembentukan Bank Syariah dengan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengkajian tersebut masuk dalam peta jalan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Ia mengatakan dalam 10 tahun ke belakang aset perbankan syariah naik sekitar 11 kali. Sedangkan aset industri keuangan nonbank (IKNB) naik dua kali lipat. Namun, pangsa pasar (perbankan syariah tidak maju-maju, stagnan di angka lima persen. Sedangkan pangsa pasar industri keuangan syariah saat ini sebesar 8,1 persen. "Tantangan perbankan syariah, kita belum punya bank syariah skala besar," ungkapnya.

Bank syariah yang ada saat ini, lanjut dia, adalah anak usaha dari bank-bank BUMN. Secara hukum tidak bisa dikategorikan bank BUMN karena uangnya bukan dari kantong Menteri Keuangan.

"Kita mau mencoba supaya ada yang bagian dananya bagian modalnya juga berasal dari pemerintah. Ini lagi kita pikirkan Bank BUMN Syariah," ujarnya.

Sekadar informasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang dinilai berhasil dalam membangun tonggak perbankan syariah. Salah satunya dengan berdirinya PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada 1991 silam sebagai bank syariah pertama di Indonesia. (njs/dbs)

 


Back to Top