Bagian dari Terapi Religi, Lapas Khusus Narkotika di Sleman Ajak Warga Binaan Menulis Alquran

gomuslim.co.id- Ada cara unik yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Khusus Narkotika Yogyakarta di Pakem, Kabupaten Sleman dalam membina warga binaanya. Pengurus Lapas setempat mengajak warga binaan menulis ayat suci Alquran. Cara tersebut merupakan bagian dari metode terapi religius.

Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika Yogyakarta Erwendi Supriyanto, terapi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pembinaan religi bagi para warga binaan. “Mereka kami ajak untuk belajar dan mengenal ayat suci Alquran," ujarnya beberapa waktu lalu.

Dengan cara itu, ia berharap warga binaan di Lapas Narkotika Yogyakarta dapat berubah dan kembali ke masyarakat dengan menjauhi narkoba. "Harapannya dengan bekal religius ini warga binaan setelah selesai menjalani masa tahanan benar-benar dapat menjauhi narkoba dan kembali ke masyarakat lagi," katanya.

Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan warga binaan akan tergerak hatinya untuk berubah dan saat kembali ke masyarakat nantinya tidak akan jatuh ke lubang yang sama. "Ini untuk menguatkan mental meraka agar tidak lagi tergoda dan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," tutupnya.

Lebih lanjut, Erwendi menuturkan saat ini ada 247 warga binaan di Lapas Narkotika Yogyakarta yang mengikuti kegiatan khataman menulis Alquran dengan metode Follow the Line. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan beberapa institusi terkait.

“Dalam kegiatan ini para warga binaan Lapas Narkotika diajak untuk mengenal Alquran dengan menulis kutipan ayat suci Alquran hingga Juz ke-30. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan kerohanian warga binaan, juga dimaksudkan sebagai bentuk terapi kedisiplinan warga binaan. Pada prinsipnya orang bisa menulis itu ada Follow The Line dalam pikirannya untuk diikuti, sehingga warga binaan paling tidak terdidik dan terbiasa mengikuti ketentuan," paparnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, sekitar 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Angka tersebut kemungkinan meningkat kembali karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru. (njs/dbs/foto:nuonline)

 

 


Back to Top