BRI Syariah Catatkan Peningkatan KUR Syariah Sepanjang Januari-Februari 2018

gomuslim.co.id- Sebagai satu-satunya bank umum syariah yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, BRI Syariah terus menunjukan tren positif. Anak usaha PT Bank BRI Tbk ini mencatatkan realisasi penyaluran KUR Syariah sebesar Rp 88,20 Miliar. Angka tersebut terhitung sejak Januari hingga Februari 2018.

Menurut Direktur BRI Syariah, Widodo Januarso, pihaknya sudah menyalurkan KUR syariah sebesar Rp 465 miliar pada 2017. Untuk tahun 2018, BRI Syariah menargetkan penyaluran KUR Syariah sebesar 550 miliar.

“Kami satu-satunya bank penyalur KUR syariah yang masih diberi kepercayaan. BRI Syariah akan tetap mempertahankan aspek kehatian-kehatian dalam penyaluran ini. Kami juga berkomitmen menjaga kualitas pembiayaan KUR syariah sebagai wujud dukungan kepada UMKM agar sukses dalam usahanya," ujarnya baru-baru ini.

Ia menambahkan meski KUR syariah diback-up dengan sistem penjaminan, pihaknya tetap menerapkan standar yang tinggi dan hanya akan memproses permohonan pembiayaan yang benar-benar memiliki kelayakan usaha walaupun belum bankable. Karena itu, hingga saat ini kualitas pembiayaan KUR syariah sangat terjaga, Non-Performing Financing (NPF) per Desember 2017 di bawah 0,1 persen.

Menurutnya, grafik penyaluran KUR di BRI Syariah terus meningkat. Sepanjang Januari 2018 penyaluran KUR syariah masih sebesar Rp 20,44 miliar. Sementara sampai dengan Februari 2018 penyaluran KUR BRI Syariah telah meningkat signifikan ke angka Rp 88,20 miliar.

“Alokasi plafon BRI Syariah sudah didistribusikan keseluruh unit kerja di seluruh wilayah Indonesia. BRI Syariah memaksimalkan 272 unit kerja jaringan yang tergabung dalam 52 Kantor Cabang untuk memasarkan KUR syariah,” katanya.

Sejalan dengan misi pemerintah, tahun ini, BRI Syariah akan terus meningkatkan proporsi KUR syariah untuk sektor-sektor produksi yang meliputi sektor pertanian, termasuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. "Selain itu juga ada sektor perikanan, termasuk penangkapan dan pembudidayaan ikan," ungkapnya.

Adapun untuk sektor non-produksi yaitu sektor perdagangan, BRI Syariah tetap mengalokasikan pembiayaan KUR syariah. Sektor tersebut meliputi seluruh usaha di sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk perdagangan dalam negeri, ekspor maupun impor.

“Saat ini BRI Syariah sedang melakukan kampanye tagar Faedah Hijrah (#Faedah Hijrah). Kami mengajak masyarakat untuk berhijrah memanfaatkan pembiayaan syariah untuk hidup yang lebih barokah," tutupnya. (njs/dbs/foto:brisyariah)


Back to Top