Resmi Dibuka April 2018, Inilah Museum Pertama Tentang Palestina di AS

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, sebuah museum tentang Palestina akan hadir di Woodbridge, Amerika Serikat (AS). Museum yang akan berlokasi di pinggiran New Haven di Negara Bagian Connecticut, AS itu menampilkan sejarah, seni, dan budaya rakyat Palestina.

Museum yang pertama kali dari jenisnya itu rencananya akan mulai dibuka pada 22 April 2018 mendatang. Museum bernama Palestine Museum US tersebut nantinya akan menampilkan gambaran yang lebih lengkap dan kompleks tentang apa yang terjadi di tanah Palestina. Hal ini berbeda dibandingkan yang selama ini dilihat orang-orang Amerika melalui media mainstream.

Menurut Direktur Eksekutif Museum Palestina-AS, Faisal Saleh, misi museum ini adalah untuk melestarikan sejarah Palestina dan merayakan pencapaian artistik Palestina di AS serta Palestina. “Museum ini juga menceritakan kisah Palestina melalui seni dan sastra serta bentuk-bentuk ekspresi artistik lainnya,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Wafa, Senin (26/03/2018).

“Kami akan ceritakan dan tampilkan kisah Palestina melalui sastra, seni dan bentuk ekspresi artistik lainnya,” kata Direktur Eksekutif Palestine Museum US, Faisal Saleh, seperti dikutip dari wafa.ps, Minggu (25/3).

Ia menambahkan sejarah akan disajikan dalam museum ditampilkan melalui foto dan seni. Ia menyebut tidak akan mengambil posisi politik pada isu-isu terkait “Ini akan sangat independen dan tidak akan dipengaruhi oleh organisasi politik,” katanya.

Museum ini akan menjadi yang pertama di Amerika Serikat. Meski begitu, museum Palestina yang serupa pun ada di tempat lain, termasuk di Birzeit di Tepi Barat dan Bristol di Inggris. Saleh sendiri merupakan seorang pengusaha Palestina-AS yang lahir di lingkungan keluarga pengungsi Palestina di Kota Al-Bireh itu, tumbuh di kota asalnya sampai kelas 11. Ia kemudian datang ke AS untuk mengejar pendidikan lebih lanjut dan menerima gelar MBA dari Universitas CT.

“Akhirnya kita bisa melihat museum yang lebih besar di kota besar seperti Washington, D.C., atau New York,” imbuhnya.

Saleh menjelaskan Woodbridge dipilih karena ada beberapa kesempatan untuk memiliki ruang di sana tanpa menghabiskan banyak dana. “Kami merasa bahwa memindahkan dialog atau wacana dari arena politik ke arena seni dan budaya dapat lebih bermanfaat dan lebih efektif,” tambahnya

Menurutnya, penting mendirikan museum sebagai media alternatif menyampaikan kepada dunia kebenaran tentang Palestina. Selama ini, bagi Saleh, orang-orang Palestina telah digambarkan tidak manusiawi dan dipandang negatif. Maka tugas bangsa Palestina hari ini menurutnya adalah menunjukkan diri sebagai manusia yang kreatif dan unggul dalam seni.

“Penting bagi kami untuk memindahkan wacana dari arena politik ke arena seni dan budaya secara efektif agar lebih terasa manfaatnya,” ungkapnya.

Museum ini akan menampilkan dokumen sejarah, fotografi, film, sejarah lisan, media campuran dan digital, seni sastra, kuliah umum serta pertunjukan langsung untuk beberapa seniman. Museum ini juga akan menampilkan karya-karya seniman Palestina termasuk Manal Deeb, Samia Halaby, Ayed Arafeh, Hani Amra, Suzan Bushnaq, dan beberapa lainnya. (njs/wafa/dbs/foto:wafa)


Back to Top