Ketua IKADI Sebut Ekonomi Syariah Bisa Jadi Lokomotif Ekonomi Tanah Air 

gomuslim.co.id- Perkembangan industri ekonomi syariah Indonesia saat ini semakin bergerak kearah positif. Penerapan sistem keuangan dan perbankan syariah pun diyakini dapat menjadi lokomotif perekonomian Indonesia di masa depan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail baru-baru ini. Ia berharap pemerintah bersedia memberikan kesempatan bagi perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air.

"Banyak bank konvensional mulai melirik sistem syariah, karena tidak akan rugi. Ekonomi syariah seharusnya bisa menjadi lokomotif perekonomian, apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan bahkan bank tidak kolaps jika bersyariah,” ujarnya. 

Ia menambahkan perkembangan sistem ekonomi syariah menurut Ahmad, mulai 1990-an dengan pergerakkan menuju arah positif. Apalagi, kata dia, jika MUI terus menggelorakan, seperti wisata syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah maka diharapkan akan terus berkembang.

“Ada dua hal yang perlu diperhatikan guna memajukan ekonomi syariah yakni harus bersaing dengan pengelola perbankan konvensional dan meningkatkan pemahaman masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, mengatakan jika potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Sebab, mayoritas penduduk di negara ini beragama muslim.

"Ekonomi syariah sebenarnya sudah ada namun beberapa memang terdapat nilai lokal Indonesia seperti manusianya kalau dilihat pasti bisa karena tataran ekonomi Indonesia menganut prinsip dari koperasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nailul menyatakan tantangan penerapan ekonomi syariah terletak pada sektor penting seperti perdagangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan pendorong perekonomian. Nailul menyarankan pemerintah harus mengembangkan perbankan syariah terlebih dahulu kemudian menggerakkan perdagangan.

Nailul optimistis sistem ekonomi syariah dapat diterapkan di Indonesia karena mayoritas rakyat beragama muslim sehingga menjadi kekuatan. Selain itu, pendidikan sumber daya manusia yang mengelola ekonomi syariah harus berbasis syariah namun perguruan tinggi atau universitas negeri di Indonesia masih kurang mengajarkan ilmu ekonomi Islam sehingga bisa menggulirkan program pertukaran pelajar dengan Malaysia yang telah banyak mengajarkan ekonomi syariah.

Ia pun menyambut baik hasil Rapat Kerja Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berlangsung akhir pekan kemarin. Salah satu keputusan yang diambil dalam rapat tersebut adalah penempatan Kepala Staf Presiden, Jenderal (purn) Moeldoko, sebagai Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat MES.

Moeldoko menegaskan pemerintah serius menggarap potensi ekonomi syariah agar Indonesia tidak hanya sebagai konsumen maupun pangsa pasar industri bagi negara lain.

Berdasarkan data, Moeldoko mengungkapkan penggunaan pembiayaan syariah mencapai 41,8 persen yang sebagian digunakan unuk konsumsi sedangkan pembiayaan modal kerja sebanyak 34,3 persen dan investasi sekitar 23,2 persen.

“Aset perbankan syariah pada sektor industri keuangan syariah mencapai Rp435 triliun pada 2017 atau 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia,” katanya. (njs/dbs/foto:mysharing)

 


Back to Top