Kembangkan Halal Science, Ilmuwan Asal Indonesia Ini Terima Hadiah 200 Ribu Dollar AS dari Raja Salman

gomuslim.co.id- Ilmuwan asal Indonesia, Prof Dr Ir Irwandi Jaswir MSc menerima hadiah sebesar USD 200 ribu dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz. Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya dalam mempublikasikan beragam temuan dan penelitian terkait ilmu halal.

Pria 48 tahun itu membawa 21 orang terdiri ibu, istri, anak-anak, kakak-kakak, dan teman-temannya saat menerima penghargaan Raja Faisal International Prize (KFIP) di Riyadh, Senin (26/03/2018). "Alhamdulillah, sebuah anugerah yang tidak terbayangkan ketika saya menulis mengembangkan Halal Science 20 tahun lalu. Rasa syukur yang tidak terhingga," kata Irwandi.

Wakil Direktur International Institute for Halal Research and Training (INHART) Universiti Islam Antar Bangsa Malaysia ini menerima anugerah untuk kategori Pelayanan Islam (Service to Islam). Selain Irwandi, empat tokoh  lainnya yang menerima anugerah ini adalah Prof Bashar Awad dari Irak (kategori Studi Islam), Prof Chokri Mabkhout dari Tunisia (Bahasa dan Literatur Arab), Prof James P Allison dari AS (Kedokteran) dan Prof Sir John M Ball dari Inggris (Sains).

Dalam sambutannya, Prof Irwandi Jaswir menyampaikan terimakasih kepada Raja Salman dan Komite Penghargaan yang telah menetapkan dirinya sebagai salah satu penerima anugerah bergengsi ini. Ia juga berterimakasih kepada keluarga besarnya, UIA Malaysia, Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Indonesia yang telah memberikan dukungan  terus menerus.

Menurut Prof Irwandi, dengan pertumbuhan pasar industri halal yang mencapai 3,1 triliun dolar AS, Halal Science menjadi komponen vital dalam memperkuat industri halal dan perekonomian muslim. Dia mengingatkan, saintis muslim bertanggungjawab besar dalam hal ini. “Alquran dan Hadist mengandung konsep ilmu yang bisa menginspirasi para ahli Muslim untuk memberikan kontribuisi kemanusiaan,” katanya. 

Komite Penghargaan King Faisal Prize menyebut Prof Irwandi telah memberikan kontribusi terhadap dunia Islam yang mengukir sejarah yang unik dalam pengembangan  disiplin ilmu baru, yakni Halal Science. Riset ini melahirkan hubungan yang signifikan antara halal dan harap dalam aturan dan keilmuwan.

Melalui disiplin ilmu baru ini, posisi Irwandi mampu menyatukan “Halal Science” sebagai alat untuk menyempurnakan pendapat ahli fiqih. Ini merupakan langkah ke depan bagi dunia muslim untuk membantu banyak ahli Islam dalam menyelesaikan banyak isu yang berhubungan dengan halal dan haram melalui pengenalan “Halal Science”.

Lebih lanjut, sebagai seorang akademisi dan peneliti, pencapainnya sudah puncak, penelitiannya sudah didokumentasikan dan dipublikasikan di banyak publikasi sejenis jurnal ilmiah (scientific journal), buku, dan konferensi.

Pengenalan “halal science” oleh Prof Irwandi sebagai ilmu baru dalam riset ilmiah, datang dari bentuk yang unik dengan pondasi yang kuat.  Dedikasi Prof Irwandi dalam keilmuan, terlihat dari publikasi ilmiah yang dilahirkannya berupa 120 artikel dalam jurnal ilmiah, 30 book chapter, dan menyelesaikan 30 proyek riset.

Dia sudah mempresentasikan lebih dari 250 artikel atau paper di berbagai konferensi internasional. Publikasi tercatat dengan total 711 Scopus Citations dengan H-Index 16.

Anak keenam dari tujuh bersaudara ini juga merupakan anggota editorial board dari banyak jurnal ilmiah bereputasi tinggi.  Dia juga berpartisipasi dalam berbagai konfensi dan eksibisi, serta melahirkan banyak magister dan doktor baru dalam bidang ilmu halal. Prof Irwandi juga mempunyai lima hak paten dalam bidang halal science, dan telah menerima 60 penghargaan internasional.

Selain itu, Prof Irwandi juga mengembangkan alternatif makanan halal serta memproduksi gelatin halal dari berbagai sumber halal seperti unta dan ikan. Kolaborasinya dengan ilmuwannya berhasil mengembangkan metode deteksi kandungan non-halal pada kosmetik.

Sekadar informasi, Prof Irwandi Jaswir lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia memperoleh gelar sarjananya di Institut Pertanian Bogor pada 1992. Ia kemudian melanjutkan Master di bidang Ilmu Bioteknologi dan Makanan pada 1996. Gelar doktor diperolehnya pada 2000 dari Universitas Putra di Malaysia. (njs/dbs/foto:muslimobsession)


Back to Top