Kepala BPJPH: UU JPH Tingkatkan Nilai Tambah Produk Halal

gomuslim.co.id- Pemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan  Produk Halal (BPJPH) sebagai salah satu penyelenggara Jaminan Produk Halal (JPH). Lembaga yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) ini sebagai mandat dari UU Nomor 33 Tahun 2014 yang nantinya akan mengeluarkan Sertifikat Halal.

Baru-baru ini, Kepala  BPJPH Sukoso mensosialisasikan mensosialisasikan lembaga yang dipimpinnya di hadapan para pelaku usaha dalam acara seminar sehari "Pertemuan Pelaku Usaha di Sektor Industri Halal atau Syariah" di Gedung Sjafruddin Prawiranegara, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (27/03/2018).

Ia menjelaskan bahwa UU JPH mempunyai tujuan mendasar bagi  kehidupan masyarakat, yaitu untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk. "Termasuk untuk  meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal," ujarnya.

Seminar ini digagas oleh Bank Indonesia sebagai kegiatan yang menjadi bagian dari Komite Keuangan Nasional Syariah. Peserta acara berasal dari para pelaku usaha dan stakeholder terkait. Selain Kepala BPJPH, hadir juga narasumber dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Sedangkan narasumber lain berasal Kementerian Koordinator Perekonomian dan Bank Indonesia.

Sukoso menjelaskan saat ini BPJPH masih menunggu diterbitkannya Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Rancangan PP tersebut sudah melalui proses finalisasi, dan setelah diterbitkan maka nantinya menjadi landasan BPJPH dalam  menyelenggarakan JPH.

Pada kesempatan tersebut, Sukoso mengingatkan  pentingnya jaminan produk halal bagi dunia usaha. "Urgensi jaminan produk halal dalam bidang ekonomi sangat penting," katanya.

Menurut dia, dengan adanya jaminan produk halal, maka pelaku usaha dapat meningkatkan nilai tambah untuk memproduksi dan menjual produk halalnya. Selain itu, JPH juga meningkatkan daya saing produk di global market, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi  pertumbuhan ekonomi bangsa. (njs/kemenag/foto:bpjph)


Back to Top