Ini Empat Sektor Industri Produk Halal yang Jadi Fokus Kajian Bank Indonesia

gomuslim.co.id- Sepanjang 2017 Bank Indonesia melakukan kajian terhadap empat sektor industri. Keempat sektor tersebut anatra lain; industri makanan dan minuman, obat dan kosmetik, perhotelan, dan media dan penerbit.

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan, mengatakan kajian tersebut atas dasar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan data dan informasi kondisi ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu caranya melalui pemetaan ekonomi dan usaha syariah.

“Selama ini, belum ada pemetaan ekonomi syariah secara lintas industri dan sektor usaha yang menyediakan produk atau jasa halal. Baru ada partial seperti wisata syariah yang dilakukan oleh kementerian pariwisata,” tutur Dadang dalam Pertemuan Pelaku Industri di Sektor Industri Halal, Selasa (27/03/2018).

Dadang menambahkan Bank Indonesia sedang melakukan pengembangan tidak hanya pendalaman pasar keuangan syariah namun juga bergerak ke arah ekonomi dan usaha syariah.

Kendala lainnya adalah peluang dan potensi ekonomi dan usaha syariah Indonesia yang belum teroptimalkan sebagai produsen.

“Indonesia lebih banyak sebagai konsumen atau market terlihat dari laporan Global Islamic Economy Report dimana Indonesia menjadi pasar terbesar ekonomi halal dunia,” kata dia.

Pengumpulan data dilakukan melalui survei kepada pelaku usaha. Pemilihan pelaku usaha berdasarkan komunikasi dengan stakeholders terkait seperti LPPOMMUI, pengurus wisata atau hotel syariah, pengurus media/penerbit nasional dan dafta responden Survei Kegiatan Dunia Usaha) di Bank Indonesia, serta FGD.

Dalam hal ini, responden merupakan entitas yang secara kelembagaan atau pendirian dan usahanya secara keseluruhan belum tentu semuanya sudah sejalan prinsip syariah (kecuali hotel syariah tertentu).

Namun dalam kenyataannya, menyediakan suatu produk/jasa halal yang memenuhi prinsip/parameter syariah tertentu perlu pengolahan data yang dilakukan dengan metode Analisis Statistik Desktriptif. (nat/dbs/foto:bisnis)

 


Back to Top