BTPN Syariah Tawarkan IPO Saham Rp 980 per Lembar

gomuslim.co.id- Otoritas Jasa keuangan (OJK) telah memberikan izin kepada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah) dalam melakukan penawaran umum perdana saham Initial Public Offering (IPO).

Perseroan berencana menerbitkan hingga 770.370.000 saham baru atau sekitar 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Sesuai aturan yang berlaku, perseroan juga menawarkan sebagian saham
untuk program alokasi saham kepada karyawan Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak banyaknya 10% dari jumlah saham yang akan dilepas ke publik.

Sedangkan, harga saham pada penawaran perdana ini ditetapkan pada kisaran Rp 900 sampai Rp 980. Masa penawaran awal (book building) akan berlangsung sejak 27 Maret sampai dengan 6 April 2018, dengan rencana tanggal efektif pada 16 April, sedangkan Masa Penawaran Umum (offering period) direncanakan terjadi pada 18-20 April 2018 mendatang. 

Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty menjelaskan IPO ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjalankan bisnis secara lebih terbuka.

Melalui IPO ini, kata Ratih, manajemen memberi kesempatan kepada khalayak luas untuk terlibat dalam memberdayakan pasar, khususnya masyarakat prasejahtera produktif.

"Dengan memiliki saham BTPN Syariah, publik secara tidak langsung turut andil memberdayakan masyarakat prasejahtera produktif di Indonesia, karena dana yang diperoleh pada IPO ini akan digunakan untuk peningkatan volume pembiayaan terhadap segmen tersebut yang selama ini menjadi fokus bisnis perseroan," tutur dia.

Fokus model bisnis yang ditwarkan BTPN Syariah terbilang unik, yakni menyalurkan pembiayaan kepada perempuan dari keluarga prasejahtera produktif, dengan rata rata pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 1 juta-3 juta per debitur.

Selain menyalurkan pembiayaan, perseroan juga aktif melakukan pemberdayaan melalui Program Daya guna meningkatkan kapasitas para nasabah.

Sementara itu, dengan mengimplementasikan prinsip sosial dan bisnis secara bersamaan ini, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang impresif selama beberapa tahun terakhir. Hingga akhir Desember 2017, total aset mencapai Rp 9,2 triliun atau tumbuh 25,0 % dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 6,5 triliun atau tumbuh 21,5%. Sedangkan pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 6,1 triliun, tumbuh 21,1%.

"Meski menyasar segmen di bawah mikro, dengan melibatkan banyak sekali debitur, Alhamdulillah kami berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah Non Performing Financing (NPF) di level sangat rendah yakni 1,67 %," pungkasnya.

Untuk menjalankan IPO ini, BTPN Syariah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi efek lead underwriter. Direktur Ciptadana, Ferry Tanja optimistis investor publik akan merespon positif penawaran saham perdana ini.

 "BTPN Syariah memiliki posisi di pasar dan potensi pasar yang luas. Selain itu, kinerja keuangannya juga solid, memiliki tim manajemen yang berpengalaman dan mendapat dukungan penuh dari induk perusahaan," tandasnya. (nat/btpn/dbs/foto:katadata)


Back to Top