Warga Muslim Colorado AS Resmi Miliki Masjid Baru

gomuslim.co.id-  Ratusan anggota komunitas Muslim Bosnia di Colorado, AS, berkumpul pada Sabtu, (31/03/2018)  untuk merayakan pembukaan Pusat Islam High Mile tujuh tahun yang ditunggu-tunggu.

“Kami ingin pusat ini menjadi pusat pendidikan untuk mengajar mereka yang tertarik untuk belajar tentang Islam. Kami menyambut siapa pun di sini yang ingin belajar, ”kata Ademir Ceric, ketua dewan masjid, seperti dilansir dari publikasi Denver Post, Senin, (02/04/2018).

Anggota masjid dari seluruh Amerika Utara merayakan pembukaan pusat oleh upacara pemotongan pita, yang termasuk minuman gratis dan makanan. Setelah itu, para pemimpin komunitas dan imam memberikan pidato yang dijadwalkan setelah waktu sholat.

Seorang anggota dewan masjid, Binet Alagic, mengatakan masjid lebih seperti rumah. “Ini tempat bagi kita untuk menemukan kedamaian dan ketenangan, “ katanya.

Dari total populasi 5.440.545 di Colorado, komunitas Muslim yang beraneka ragam etnis merupakan 1% menurut laporan 2016 dari Pew Research Center. Sedangkan, menurut rilis berita Mile High Islamic Center, komunitas Muslim Bosnia di Colorado adalah sekitar 275 keluarga.

“Kami memiliki banyak anak muda yang lahir dan dibesarkan di Colorado dan kami telah membuat sebuah sekolah Minggu di mana mereka dapat datang dan belajar tentang budaya Islam Bosnia mereka dan melihat dari mana orang tua mereka berasal,” kata Minela Ibisevic, seorang pemimpin pemuda di dewan masjid.

Untuk diketahui, komunitas Muslim Bosnia di AS terbentuk dari Bosnia; penghuni negara Muslim Eropa Bosnia, yang terletak di Balkan barat. Orang-orang Bosnia adalah sebagian besar Muslim Slavia Selatan yang berbicara Bahasa Bosnia. Mereka mulai memeluk Islam pada abad ke-15  dan jumlahnya sekarang antara tiga hingga lima juta orang.

Saat ini, lebih dari dua juta warga Bosnia masih tinggal di tanah air mereka Bosnia, tetapi karena pembantaian Serbia yang dilakukan terhadap mereka selama perang tiga tahun di awal 1990-an, sekitar dua juta warga Bosniak dipaksa hidup di diaspora.  (fau/dbs/foto: aboutislam)


Back to Top