Ini Indikator yang Harus Diperhatikan dari Produk Kosmetik Halal

gomuslim.co.id- Tiga tahun terakhir ini, industri kosmetika diramaikan dengan sertifikasi halal yang menunjukkan komitmen produsen dalam menyediakan kebutuhan bagi umat Muslim.

Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati menyebut tak hanya produsen, konsumen yang memerhatikan kosmetik halal pun kian berkembang.

Label halal yang diperhatikan sudah tidak lagi sebatas produk pangan. Namun demikian, mungkin masih banyak yang belum memahami betul apa saja indikator sebuah produk kosmetik bisa disebut halal.

Kata Muti, salah satu indikatornya adalah kandungan bahannya. Dalam hal ini, produk kosmetik ada peluang bahannya dari bahan yang najis dan tidak halal serta menyebabkan shalat tidak sah.

“Pertama, jika bahannya dari hewan maka harus dipastikan hewannya adalah hewan yang halal. Jika hewannya halal, maka harus pula dipastikan apakah cara penyembelihannya halal. Sebab, jika cara penyembelihannya tidak halal, maka hewan tersebut disebut bangkai dan masuk kategori najis dalam Islam,” papar Muti.

Kemudian dari segi kandungannya. Muti mencontohkan kandungan kolagen yang belakangan populer sebagai kandungan yang bisa membuat kulit tampak awet muda.

"Itu hewani, dari plasenta. Kita harus tahu hewannya apa. Kalau babi jelas najis, tapi kalau sapi harus dipastikan lagi potongnya sesuai syariat Islam atau tidak. Kalau tidak, nanti jatuhnya jadi bangkai dan najis," sambung dia.

Tak hanya itu, indikator lainnya adalah apakah bahan yang terkandung menghalangi masuknya air wudhu atau tidak.

Muti mencontohkan kosmetik yang mengklaim sebagai kosmetik 'water resistant' atau tahan air. Seperti maskara, lipstik, dan produk lainnya.

"Kita harus pastikan apakah tembus air atau tidak. Meski tahan air tapi kalau air wudhu bisa masuk, maka tidak masalah. Tapi harus lewat pembuktian," tandasnya. (nat/dbs/foto:gomuslim)

 


Back to Top