Ini Sanksi Hotel dan Resto yang Tak Punya Sertifikasi Dapur Halal

 

gomuslim.co.id- Konsep pariwisata dunia tengah memasuki trend halal tourism sebagai salah satu alternatif wisata turis Muslim. Hal ini mendorong Indonesia tahun 2019 seluruh hotel dan restoran wajib mengantongi sertifikasi dapur halal.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sulawesi Selatan, Tajuddin Abdullah, mengatakan pengantongan sertifikasi dapur halal ini mengacu pada peraturan undang-undang No.33 tahun 2014 tentang produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikasi halal.

“Tahun 2019 itu semua hotel dan restoran wajib mempunyai sertifikasi dapur halal. Makanya, di tahun 2018 kami terus menggenjotnya,” ujar Tajuddin, Rabu (18/04/2018).

Sementara itu, jika di tahun 2019 masih ada hotel dan restoran belum mempunyai sertifikasi halal maka akan dikenakan sanksi.

“Hotel dan restoran akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 2 miliar,” tukasnya.

Salah satu hal yang memperlambat sertifikasi dapur halal, lanjut Tajuddin, adalah laporan databasenya.

“Laporannya kadang kurang lengkap, makanya lambat dalam pengesahan sertifikasi dapur halal. Selain itu, juga butuh waktu lama untuk mengganti bahannya,” ujar Tajuddin. (nat/inikata/dbs/foto:sofyanhotel)


Back to Top