Warga Sumbar Akan Miliki Menara Masjid Setinggi 85 Meter

gomuslim.co.id- Tidak lama lagi masyarakat Sumater Barat (Sumbar) bisa menikmati keindahan pesona kota Padang dan pantai dari Menara Masjid Raya Sumbar setinggi 85 meter.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Mental pada Biro Bina Mental dan Kesra Sekretariat Provinsi Sumbar, Karimis menilai secara umum pembangunan menara telah selesai dan bisa digunakan.

“Tinggal finishing untuk memperindah,” pungkas Karimis.

Rencananya, menara yang ada akan dilis pad 85 meter tersebut akan dijadikan sebagai salah destinasi wisata halal di Sumbar. Meski sudah uji coba dan bisa digunakan, tetapi kemungkinan besar pembukaan menara untuk umum baru dilakukan akhir 2018 atau awal 2019 setelah proyek itu benar-benar selesai. Untuk bisa menikmati Kota Padang, masyarakat bisa memanfaatkan balkon tingkat dua, yang bisa dicapai menggunakan elevator. Sedangkan, balkon tingkat tiga dikhususkan untuk melihat hilal.

"Sekarang kita sedang mempersiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub) untuk penarikan restribusi terhadap masyarakat yang ingin naik. Hal itu untuk membantu biaya operasional terutama untuk biaya listrik elevator," tutur Karimis.

Adanya dasar hukum menjadi penting agar pengutipan restribusi tidak dinilai sebagai pungutan liar dan peruntukannya juga jelas.

“Besaran restribusi juga belum ditetapkan dan akan dibahas terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait dan mendapatkan persetujuan gubernur,” kata dia.

Pembangunan menara Masjid Raya Sumbar senilai Rp 19,5 miliar itu rencananya selesai pada akhir 2017, tetapi terhitung 31 Desember 2017, pengerjaannya baru selesai 71 persen. Kontraktor PT Marlancho kemudian diberikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan 29 persen sisa pekerjaan dengan nominal Rp 5,1 miliar namun harus membayar denda 1/mil setiap hari.

Dalam prosesnya BPK juga menemukan kelebihan pembayaran dan harus dikembalikan ke kas negara. Pada 2018, Pemprov Sumbar menganggarkan Rp 1,3 miliar untuk finishing menara diantaranya lansekap pelataran dan keramik tangga. (nat/dbs/foto:jawapos)


Back to Top