Jelang Ramadhan, Kemenag Serahkan Alquran Gratis untuk 711 Santri

gomuslim.co.id- Ratusan santri Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur akan mendapatkan bantuan Alquran gratis dari Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag). Penyerahan kitab Allah ini akan dilakukan sebelum bulan Ramadhan.

Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah, Amin dalam Istighosah Akbar Habaibdan Ulama se-Jabodetabek dan Grand Final MTQ tingkat SLTA di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (21/04/2018) malam.

Pihaknya perlu untuk terus melakukan melakukan pembinaan  membangun generasi Qurani, sehingga dia meminta kepada pengurus pondok pesantren untuk mendata jumlah keseluruhan santri Al Hamid.

"Untuk pesantren ini, saya minta nanti yayasannya berapa jumlah siswa santri dan santriwati di sini, saya kasih satu orang satu Alquran, dengan syarat ditamatkan Bulan Ramadhan nanti," tutur Amin.

Pada tahun 2017 Kemenag telah mempunyai percetakan Alquran sendiri di daerah Ciawi, Bogor. Percetakan sudah mencetak sebanyak 120 ribu mushaf Alquran dan tahun ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar dicetak lebih banyak lagi.

"Tahun ini Pak Menteri minta 400 ribu sudah kita buat dengan model baru. Dan tahun depan ditantang oleh Pak Menteri untuk satu juta pencetakan Alquran," pungkas Amin.

Kata Amin, target satu juta pencetakan Alquran tersebut perlu didukung oleh Komisi VIII DPR RI untuk memperjuangkan anggaran fungsi agama. Karena, kebetulan dalam acara tersebut juga dihadiri Anggota Komisi VIII Achmad Mustaqim.

"Tapi saya minta juga kepada teman-teman komisi delapan perjuangkan anggaran fungsi agama, kebetulan ada di sini Pak Mustaqim juga," ucapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim menjelaskan, jumlah santrinya saat ini 711 orang. Jika digabung dengan siswa sekolah pesantren yang tidak menginap di pesantren, makanya jumlahnya lebih dari seribu.

Dia menyambut baik keinginan Kemenag untuk menyerahkan bantuan Alquran kepada santrinya. Alquran baru di pesantrennya memang dibutuhkan untuk membangkitkan ghirah belajar santri.

"Mudah-mudahan keinginan itu bisa diwujudkan untuk membangkitkan ghiroh belajar Alquran santri," papar Lukman. (nat/kemenag/dbs/foto:tongkronganislami)

 


Back to Top